SuaraKawan.com

Tag : cerita silat Jawa

Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 18

Redaksi Surabaya
Perhatian Agung Sedayu dan Ki Patih Mandaraka sulit teralihkan meski udara yang menggema di dalam telinga mereka makin jelas terdengar seolah suara bergumam. Keadaan sangat...
Bab 2 Nir Wuk Tanpa Jalu

Nir Wuk Tanpa Jalu 3

Redaksi Surabaya
Keinginan muncul dari dalam hatiku. Aku ingin bertanya tentang tujuan ayah dan ibu yang mengurungku di ruang ini. “Saya ingin tahu, Ibu.” Aku terpaku dengan...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 17

Redaksi Surabaya
Agung Sedayu mengendapkan napas, udara begitu halus masuk dan keluar dari rongga hidungnya, pada saat itu pikirannya benar-benar menimbang keselamatan Ki Patih Mandaraka. Ia tidak...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 16

Redaksi Surabaya
“Rupanya pertemuan ini memang dirancang Agung Sedayu agar Anda mempunyai rasa iba  padanya,” kata penggenggam Kiai Plered yang jelas mendengar percakapan dua orang di depannya....
Bab 1 Senja Langit Mataram

Senja Langit Mataram 7

Redaksi Surabaya
“Itulah yang membuat aku tertawa, Ngger.  Melalui tulisan itu gurumu memintaku untuk mengantar kalian ke Mataram. Mengingat usia yang semakin tua menggrogoti tubuhnya..hehhehheh.. Lalu apakah...
Bab 1 Senja Langit Mataram

Senja Langit Mataram 6

Redaksi Surabaya
“Oh, terima kasih. Rasanya badanku juga sudah terasa lengket oleh keringat seharian.” “Marilah, Tuan. Aku akan mengantarkannya. Dan setelahnya Tuan-tuan diminta untuk langsung ke ruang...
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 27

Redaksi Surabaya
Sementara itu, di bawah permukaan air laut yang bergolak, lumpur dan pasir laut melayang  berhamburan akibat dentum hebat benturan dua tenaga raksasa. Air laut menjadi...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 15

Redaksi Surabaya
Detak jantung Agung Sedayu meningkat tajam. Bibirnya mengatup rapat dengan rahang terlihat mengeras. Meski demikian, belum ada keinginan darinya untuk membantah. “Benarkah ucapan itu, Ngger?”...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 14

Ki Banjar Asman
Agung Sedayu menggeleng dan hanya menggeleng. Mungkinkah hanya bahasa itu yang dikuasainya? Perhatian suami Sekar Mirah tertuju pada kata-kata orang pertama penghadang mereka. Pikirnya, keberadaan...