SuaraKawan.com
Opini - Politik

Mikir Negatif Memang Selalu Merusak

ORANG NEGATIF yang MERUSAK..

Merdeka !

Kekhawatiran orang tentang Presiden Jokowi akan berkuasa 3 periode, terus terjadi. Walaupun wacana yang dilontarkan oleh menteri dan ketua partai politik tersebut sudah dibantah oleh presiden Jokowi sendiri. Berkali-kali presiden menyatakan tidak bersedia memperpanjang masa jabatan, tidak mau melanggar konstitusi dan bahkan menetapkan tanggal yang pasti untuk pemilihan presiden tahun 2024,

Namun ada fihak-fihak yang tetap tidak percaya termasuk mahasiswa yang melakukan demonstrasi dan berakhir dengan tindakan anakhis.

Pengunduran pemilu dan perpanjangan jabatan presiden 3 periode menjadi berita negatif atau berita buruk karena melanggar konstitusi.
Mengapa orang tetap berpikiran negatif walaupun presiden telah memberikan klarifikasi?

Penelitian telah menunjukkan bahwa berita negatif cenderung lebih dianggap sebagai kebenaran. Karena informasi negatif menarik perhatian yang lebih besar, informasi itu juga dapat dilihat memiliki validitas yang lebih besar.

Hal ini menjadi sebab dan alasan bahwa berita buruk terkesan menarik lebih banyak perhatian.

“Berita buruk” yang menarik perhatian kita, melekat pada ingatan kita, dan, dalam banyak kasus, memengaruhi keputusan yang kita buat.

Banyak tokoh memberi penjelasan tentang ciri dan penyebab orang berpikiran negatif dan berperilaku negatif di antaranya Deepika Sahu, yang menyebut mereka sebagai orang negatif.

Tanda-tanda orang-orang negatif:

1. Selalu merasa khawatir.
Orang-orang negatif selalu merasa khawatir. Mereka selalu mengantisipasi hal-hal secara salah bahkan ketika hal-hal berjalan dengan baik untuk mereka.

2. Pesimis.
Mereka tidak pernah bisa melihat sisi terang dari kehidupan. Bahkan untuk hal-hal kecil, mereka memikirkan yang terburuk. Tidak ada yang bisa membawa senyum di wajah mereka. Orang negatif jarang membayangkan hasil yang bahagia atau hasil yang bagus. Mereka selalu membayangkan bahwa semuanya akan salah.

3. Banyak mengeluh.
Orang-orang negatif adalah pengeluh serial. Mereka selalu mengeluh dan dengan demikian membawa banyak ketidak nyamanan. Mereka memiliki keyakinan batin bahwa seluruh dunia menentang mereka.
Mereka bisa mengeluhkan berbagai masalah mulai dari cuaca, pembantu rumah tangga, tempat kerja hingga harga cabai yang naik.

4. Ragu untuk bereksperimen.
Orang negatif tidak pernah keluar dari zona nyaman mereka. Mereka tidak dapat menghadapi ketakutan, ketidaknyamanan, tantangan atau kegagalan. Itulah sebabnya mereka tidak pernah bisa mencoba pengalaman baru.

5. Kurang berprestasi.
Orang negatif biasanya tidak cukup cerdas, atau tidak cukup baik perilakunya. Kecerdasan emosional mereka lumpuh oleh sikap mereka yang negatif.

6. Penghisap energi.
Orang-orang negatif menyedot semua energi Anda. Mereka membuat Anda terkuras secara emosional. Berada bersama mereka akan membuat Anda lelah dan kehilangan energi.

7. Pengalaman hidup yang terbatas.
Orang yang negatif hampir tidak mampu mengenali kegembiraan, gairah, dan keindahan. Mereka hampir tidak melihat sisi kehidupan yang lebih cerah atau bahagia.

Berbeda dengan orang negatif yang tidak pernah merasa bersalah, orang-orang positif menerima bahwa mereka mungkin bersalah dan meminta maaf ketika mereka bersalah.
Mereka sadar bahwa hanya karena mereka melakukan kesalahan, itu tidak mempengaruhi nilai atau harga diri mereka.

Sifat manusia adalah sedikit narsis dan lebih mementingkan diri sendiri pada tingkat tertentu. Orang positif memiliki keseimbangan yang sehat antara berfokus pada kebutuhan diri sendiri dan kebutuhan orang lain. Memikirkan emosi dan kesejahteraan orang-orang di sekitar mereka, dan mendukung mereka di mana pun mereka bisa.

Orang yang negatif akan melihat kesuksesan sebagai keberuntungan. Sebaliknya orang yang positif dan sehat akan melihat kesuksesan seseorang sebagai bukti bahwa dia mampu.

Kekhawatiran, kecurigaan terus menerus, melakukan kritik tentang apa saja, kesuraman dan kecemasan bisa meracuni dan menghancurkan jiwa diri sendiri dan orang lain.

“Singkirkan orang-orang negatif, mereka tidak akan pernah memuluskan Anda menuju kehidupan yang hebat”.
Edmund Ronen

 

 

Oleh : Retno Triani Soekonjono (Psikolog)

Related posts

Bikin Malu Partai, Eks Ketua DPD Golkar Ini Desak Azis Syamsuddin Dipecat

Redaksi Surabaya

Bisnis Agama untuk Kekuasaan

Redaksi Surabaya

Pernyataan MUI Soal Latar Belakang Keorganisasian Zain An-Najah Dipertanyakan

Redaksi Surabaya