SuaraKawan.com
Trenggalek

Cegah Dampak Buruk Perundungan, Polisi Trenggalek Lakukan Ini

Polres Trenggalek – Sejumlah petugas kepolisian nampak berkunjung ke salah satu sekolah menengah tepatnya di SMP Negeri 3 Suruh Satu Atap yang berada di Desa Nglebo Kecamatan Suruh, kabupaten Trenggalek. Kamis, (12/10).

Kedatangan petugas ini bukan tanpa sebab, melainkan untuk memberikan edukasi kepada para pelajar terkait dengan maraknya aksi perundungan yang terjadi dibeberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini.

Mengambil tempat disalah satu ruang kelas, acara ini diikuti oleh sedikitnya puluhan siswa dan tenaga pendidik SMP Negeri 3 Suruh.

Kapolres Trenggalek AKBP Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Suruh Iptu Sanusi, S.H. yang kebetulan hadir dan memimpin langsung kegiatan tersebut mengungkapkan, dampak perundungan sangat besar bagi korba, tidak hanya fisik tetapi juga psikologi.

“Perundungan bisa dilakukan dalam bentuk kekerasan fisik maupun merusak barang seperi yang sering kita dengar dan saksikan berita-berita, tapi bisa juga dilakukan secara verbal dengen mencela, menghina, pernyataan yang mengarah pelecehan seksual dan ini biasnya menjadi awal perilaku perundungan lainnya.” Jelasnya.

Ditengah kemajuan teknologi yang demikian masif, perundungan mulai merambah melalui sarana komunikasi khususnya media sosial ataupun media daring. Perundungan dilakukan dengan menggunakan audio visual baik berupa gambar, video maupun tulisan yang bertujuan membuat malu korban.

Ciber bullying atau yang juga disebut perundungan siber ini memiliki efek yang tak kalah mengerikan disbanding perundungan fisik dan verbal karena lebih cepat tersebar luas dan menyasar semua kalangan.

Dihadapan para pelajar yang hadir, Iptu Sanusi menegaskan bahwa dampak perundungan salah satunya adalah membawa pengaruh terhadap kehidupan individu baik berupa gangguan psikologis, cacat akibat kekerasan yang dialami hingga penurunan nilai akademik dan kecerdasan.

Pada konteks kehidupan sosial, korban perundungan kerap kali merasa ketakutan untuk bersosialisasi, tidak percaya diri dengan orang lain serta merasa tidak nyaman dan Bahagia.

“Jangan pernah melakukan perundungan kepada siapapun. Sayangi teman-teman kalian seperti menyayangio saudara kalian sendiri. Jika ada masalah, bisa dibicarakan dengan teman sejawat, guru BK atau kepada orang tua. Percayalah tidak ada masalah yang tidak ada penyelesaian. Semua pasti ada jalan keluarnya.” Imbuhnya.

Penanganan perundungan tidak hanya menyentuh anak-anak semata tetapi juga harus melibatkan orang tua dan guru. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak agar semua pihak peduli dan pek aterhadap perliaku anak-anak baik disekolah maupun di rumah.

“Dekati dengan hati. Itu akan membuat anak-anak menjadi lebih terbuka.” Pungkasnya.