SuaraKawan.com

Tag : jipang

Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 17

Ki Banjar Asman
Namun usaha mereka menemui hambatan ketika para prajurit Demak menghanguskan semua yang ada di atas kapal. Maka tak ada lagi pilihan bagi orang-orang Blambangan...
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 16

Ki Banjar Asman
Gelar yang mirip Supit Urang itu lantas berubah menjadi gelar yang lain. “Cakrabyuha,” desis Raden Trenggana tatkala melihat perubahan gelar pasukannya....
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 15

Ki Banjar Asman
Tanpa perlawanan yang memadai dari prajurit Demak, Banyak Kitri menghentak lambung kapal berulang-ulang. Maka air pun menyembul dari bawah dan perlahan mulai menggenangi bagian dalam...
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 14

Ki Banjar Asman
Inilah kehebatan pasukan khusus Blambangan. Mereka mampu bertahan lama tanpa napas di dalam air. Tubuh mereka sejajar dengan badan perahu kecil namun panjangnya nyaris setengah...
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 13

Ki Banjar Asman
Raden Trenggana menggeleng-geleng ketika mendadak hamparan pasir yang sebelumnya penuh dengan prajurit kini semua seperti hilang. Pasukan Blambangan dengan cerdik telah menyamarkan benteng kecil mereka...
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 12

Ki Banjar Asman
Karena kalian mungkin telah mendengar kabar bahwa aku dapat meninggalkan kapal Raden Trenggana dengan selamat. Dan mungkin saja kalian akan melihatku berlari meninggalkan medan perang....
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 11

Ki Banjar Asman
Kegagahan laskar prajurit Blambangan tampak dari gambar-gambar yang terlukis pada bendera dan umbul-umbul. Ketangguhan mereka sebagai penjaga perairan sangat jelas terlihat sekalipun mereka tidak berada...
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 10

Ki Banjar Asman
Hyang Menak Gudra pun mengangguk kemudian berkata pelan, ”Ki Tambak Langon telah menyediakan dirinya untuk menjadi orang yang pertama. Ia akan didampingi oleh Banyak Kitri...
Bab 9 Pertempuran Panarukan

Panarukan 9

Ki Banjar Asman
“Mungkin ini adalah kelemahan kami karena Ki Rangga berada di pihak yang berbeda dengan kami,” kata Ki Lurah Sanggamurti menggelengkan kepala. “Tidak, Ki Lurah,” sahut...