
Jakarta-SUARAKAWAN.COM: Senator Papua, Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Pendeta David Harold Waromi, salurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil di Kabupaten dan Kota di Provinsi Papua.
Ketiga daerah yang menjadi sasaran penyaluran PMT antaralain, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Sarmi.
Pendeta David Harold Waromi mengatakan, kegiatan penyaluran makanan tambahan ini adalah bentuk wujud nyata bagi masyarakat Papua yang dilakukan dengan penuh cinta kasih, khususnya bagi balita dan ibu hamil.
“Masyarakat sangat berbahagia mendapatkan bantuan yang kami berikan. Mereka juga mengeluh karena sudah sekian tahun belum mendapatkan posyandu yang layak, karena minimnya bantuan”, ujar Pendeta David Harold Waromi.
Senator DPD RI ini menegaskan, kedepan pihaknya akan tetap menjalin kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan Kementerian terkait untuk mendapatkan bantuan yang disalurkan ke masyarakat Papua. Terkait posyandu yang tidak layak akan kita Rapat Dengar Pendapat bersama Pemerintah Daerah Papua dan stakeholder terkait.
“Sebagai senator RI, kami terus mendengarkan, memperjuangkan aspirasi masyarakat Papua. Bersama masyarakat tetap aktif, berkoordinasi dan menemukan ide-ide konstruktif yang membangun”, ungkap Senator.
Di kesempatan itu juga, masyarakat mengucapkan terimakasih banyak kepada Bapak. Pdt. David Harold Waromi sebagai senator RI Papua dan Kementerian Kesehatan RI atas bantuan makanan tambahan (PMT) untuk Ibu hamil dan balita.
“Harapan masyarakat, kegiatan penyaluran makanan tambahan (PMT) untuk Ibu hamil dan balita tetap dilaksanakan dan mendapatkan lebih banyak lagi, karena PMT membantu memenuhi zat gizi yang diperlukan oleh tubuh, terutama dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, mencegah stunting dan meningkatkan kesehatan”.
“PMT atau pemberian makanan tambahan berkaitan dengan program kesehatan dan gizi untuk balita dan ibu hamil, sehingga program ini akan terus diusulkan sebagai bagian dari kebijakan kesehatan atau pembangunan daerah”, tambah David Harold Waromi. (Dsi)
