Diduga Lakukan Kekerasan, Pelatih Basket SMAK St Louis 1 Surabaya Akan Dilaporkan Polisi

oleh
oleh

Surabaya-SUARAKAWAN.COM: Meski ada UU Perlindungan Anak, namun tindak pidana kekerasan terhadap siswa masih sering terjadi. Kini, diduga dilakukan salah seorang pelatih Basket SMAK St. Louis 1 Surabaya. Akibatnya, kasus tersebut segera dilaporkan ke kepolisian.

Dugaan kekerasan verbal maupun fisik itu terungkap setelah sejumlah siswa membuat laporan pengaduan ke Lembakum Indonesia. Dalam laporannya, para siswa ini mengaku jika mereka kerap mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh pelatih Basket. Kekerasan itu tidak hanya verbal, namun juga kekerasan fisik.

Hal itu dibenarkan Brilian Ardana Riswari, S.H., M.Kn., Ketua Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Lembakum Indonesia. Menurutnya, korban dugaan kekerasan tidak hanya dialami satu siswa saja. Namun, banyak siswa yang mengikuti pelatihan Basket kerap mendapatkan perlakuan kekerasan yang sama.

“Para siswa yang menjadi korban ini melakukan laporan pengaduan ke kami. Dan korbanya lebih dari satu orang,” ujar Brilian pada awak media, Senin (8/12/2025).

Padahal, menurut Brilian, tindakan kekerasan apapun sangat dilarang di lingkungan sekolah. Apalagi dilakukan oleh seorang guru maupun pelatih olahraga.

Karena, lanjut Brilian, berbagai bentuk kekerasan di sekolah akan berakibat sangat fatal. Tidak hanya fisik, tetapi lebih berdampak pada psikis maupun mentalitas siswa.

“Dugaan kekerasan ini tidak hanya fisik, tetapi juga verbal. Dan dampaknya sangat luar biasa pada perkembangan psikis atau mentalitas siswa. Apalagi siswa-siswa ini masih di bawah umur,” jelasnya.

Dikatakan Brilian, selain mengantongi sejumlah bukti rekaman, pihaknya juga meminta keterangan dari sejumlah siswa yang mengikuti pelatihan Basket.

“Mereka (siswa) dibentak-bentak dengan kalimat kasar sambil kepalanya dipukul. Itu khan tidak boleh. Apalagi ini berada di Lembaga Pendidikan, dan yang diajar adalah siswa-siswa yang masih dibawah umur,” ungkapnya.

Brilian mengungkapkan, dari sejumlah informasi yang diterima Divisi PPA Lembakum menyebutkan bahwa Pelatih Basket berinisial IV itu merupakan pelatih Basket yang ditunjuk oleh PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia) untuk SMAK St. Louis 1 Surabaya. Dan, pelatih IV dikenal di kalangan siswa sangat temperamental. Tidak hanya kalimat-kalimat kasar yang kerap dilontarkan. Tetapi biasanya dibarengi oleh pemukulan.

“Kami juga meminta informasi dari sekolah lain di Jawa Timur yang juga mendapatkan pelatihan Basket, apakah benar sistem pelatihan Basket dengan kekerasan seperti itu? Tapi yang kami dapati bahwa kekerasan itu tidak dibenarkan. Seorang pelatih melakukan pelatihan harus sesuai program dan sistem yang baik, bukan kekerasan,” terangnya.

Bahkan, tambah Brilian, Divisi PPA Lembakum sudah mendatangi SMAK St. Louis 1 Surabaya terkait kasus tersebut. Namun jawaban pihak sekolah dinilai kurang memuaskan. Menurutnya, pihak sekolah terkesan ‘melindungi’ oknum pelatih Basket tersebut.

“Kami sudah mendatangi pihak sekolah. Tapi pihak sekolah mengatakan bahwa selama ini tidak ada laporan ke sekolah. Bahkan, pihak sekolah meminta bukti atas kasus kekerasan ini. Seharusnya kedatangan kami ditindaklanjuti, bukan dibantah,” tegasnya.

Atas kasus kekerasan siswa di lingkungan sekolah ini, Brilian mengaku, sudah melakukan laporan ke PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia). Tak hanya itu, dengan bukti-bukti yang ada pihaknya akan segera membuat laporan kepolisian.

“Sekali lagi, kami mengantongi bukti-bukti kekerasan yang terjadi. Selain sudah mendatangi sekolah, kami juga melaporkan ke PBSI Jatim. Kami meminta agar pelatih tersebut segera diganti. Dan kami akan membuat laporan kepolisian atas kasus ini,” pungkasnya.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari SMAK St. Louis 1 Surabaya atas dugaan kekerasan terhadap siswa ini. (red)

No More Posts Available.

No more pages to load.