Polres Trenggalek – Kepolisian Resor Trenggalek menggelar `Jogo sekolah`, salah satu program unggulan Polda Jatim sekaligus implementasi dari `Polisi Peduli Pendidikan` yang digagas oleh Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si.
Hal ini dibuktikan dengan kehadiran polisi sekaligus bertindak sebagai pembina upacara di sejumlah sekolah di Kabupaten Trenggalek. Tak terkecuali di SMP Negeri 1 Trenggalek.
Kapolres Trenggalek AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., melalui Kabaglog Kompol Suyono, S.H., M.Hum. saat menjadi pembina upacara di sekolah tersebut menegaskan, program Jogo Sekolah ini beroerientasi pada edukasi dan pembinaan terhadap mental dan karakter pelajar sehingga tumbuh kemandirian, cerdas, tangguh dan memiliki daya saing tinggi serta menjadi generasi yang nantinya akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Disamping pembina upacara, kepolisian juga rutin melakukan sambang sekolah, menyampaikan edukasi tentang berbagai hal yang berhubungan dengan dinamika para pelajar terkini, seperti tentang kenakalan remaja, bahaya narkoba, tertib berlalu lintas, perundungan maupun soal update dinamika kamtibmas.
Dihadapan ratusan peserta upacara, Kompol Suyono mengajak para siswa menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal yang positif. Bisa membagi waktu kapan bermain dan kapan harus belajar, terutama waktu dalam menggunakan smartphone.
Pihaknya mengimbau agar para pelajar senantiasa menanamkan jiwa tertib berlalu lintas, tidak melakukan pelanggaran dan mengutamakan keselamatan untuk menghindari fatalitas kecelekaan lalu lintas.
“Kecelakaan lalu lintas terjadi seringkali diawali oleh pelanggaran lalu lintas. Ingat masa depan kalian masih panjang. Jangan pertaruhkan dengan hal-hal yang dapat membuat kalian kehilangan mimpi dan masa depan.” Ucapnya.
Pihaknya juga menyoroti tentang fenomena ruang digital khususnya media sosial yang sangat mudah menemukan konten yang berisi ujaran kebencian, hoaks, saling caci maki serta merebaknya cyber bulliying yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga orang lain.
“Semoga yang saya sampaikan menjadikan ilmu yang bermanfaat, karena ilmu yang diamalkan akan mengikuti kita sampai di hari akhir.” Pungkasnya






