Membentuk Guru Profesional Berkarakter, PPG UWKS Rilis Mata Kuliah Pendidikan Karakter Kewijayakusumaan

oleh
oleh
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) resmi merilis Mata Kuliah Pendidikan Karakter Kewijayakusumaan. (Foto: Ist)

Surabaya-SUARAKAWAN.COM: Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) resmi merilis Mata Kuliah Pendidikan Karakter Kewijayakusumaan sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi dan karakter calon guru profesional. Mata kuliah ini dikembangkan untuk membekali mahasiswa dengan nilai-nilai karakter, kepemimpinan, etika profesi, serta wawasan budaya yang selaras dengan perkembangan zaman.

Kehadiran mata kuliah tersebut merupakan implementasi visi keilmuan sekaligus penciri Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang selama ini mengembangkan nilai-nilai Kewijayakusumaan sebagai identitas akademik dan budaya kampus. Melalui mata kuliah ini, mahasiswa PPG tidak hanya dipersiapkan menjadi guru yang kompeten dalam bidang pedagogik dan profesional, tetapi juga memiliki integritas, keteladanan, dan tanggung jawab sosial yang kuat.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) UWKS, Dr. Fransisca Dwi Harjanti, M.Pd., menjelaskan bahwa pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam pembentukan guru profesional.

“Guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik. Karena itu, penguatan karakter perlu menjadi bagian yang terintegrasi dalam pendidikan profesi guru. Mata kuliah ini diharapkan mampu memberikan bekal kepada mahasiswa agar memiliki kompetensi profesional yang disertai dengan integritas dan nilai-nilai karakter yang kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Jarmani, S.Pd., M.Pd., Ketua Tim Penyusun Mata Kuliah Pendidikan Karakter Kewijayakusumaan sekaligus Ketua Pusat Studi Kewijayakusumaan LPPM UWKS, menjelaskan, bahwa penyusunan mata kuliah dilakukan melalui tahapan yang sistematis dan melibatkan berbagai unsur akademik maupun praktisi pendidikan.

Menurutnya, proses penyusunan diawali dengan kajian terhadap visi keilmuan universitas, nilai-nilai Kewijayakusumaan, kebutuhan kompetensi guru profesional, serta berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. Hasil kajian tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam capaian pembelajaran, materi perkuliahan, metode pembelajaran, dan bentuk asesmen yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa PPG.

“Kami ingin mata kuliah ini benar-benar menjadi bekal bagi calon guru profesional. Karena itu, penyusunannya tidak dilakukan secara instan, tetapi melalui serangkaian kajian, diskusi, dan evaluasi agar materi yang dihasilkan memiliki landasan akademik yang kuat sekaligus dapat diterapkan dalam praktik pendidikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Jarmani menyampaikan, bahwa draf mata kuliah yang telah disusun kemudian dipresentasikan di hadapan para senior alumni UWKS untuk memperoleh masukan dari berbagai perspektif. Selain itu, tim penyusun juga melibatkan pakar pendidikan dalam proses telaah dan evaluasi guna memastikan substansi mata kuliah sesuai dengan kebutuhan pendidikan masa kini.

“Masukan dari para alumni dan pakar pendidikan sangat berharga dalam menyempurnakan mata kuliah ini. Kami berupaya menghadirkan materi yang tidak hanya mencerminkan identitas UWKS, tetapi juga relevan dengan kebutuhan calon guru dalam menjalankan tugas profesinya di masa depan,” tambahnya.

Mata kuliah Pendidikan Karakter Kewijayakusumaan mengangkat nilai-nilai yang menjadi jati diri Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, yaitu Teguh, Teteg, Tatag, Tanggon, dan Trapsila (5T). Nilai-nilai tersebut dikembangkan sebagai fondasi karakter mahasiswa dalam membangun profesionalisme, kepemimpinan, etika, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Melalui peluncuran mata kuliah ini, PPG UWKS menegaskan komitmennya untuk menghasilkan guru profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berbudaya, serta mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Mata kuliah Pendidikan Karakter Kewijayakusumaan diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menjalankan peran strategis sebagai pendidik yang membentuk generasi masa depan bangsa. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.