Kisah Anggota Gangster Sidoarjo yang Telah Insyaf, Kini Hanya Penyesalan

oleh
oleh

 

Foto: Anggota Gangster yang tertangkap saat Dirilis di Mapolresta Sidoarjo

SIDOARJOterkini – Perilaku Gangster yang kerap beraksi sudah sangat meresahkan masyarakat, hal tersebut diungkapkan Andi (nama samaran) mantan anggota Gangster asal Sidoarjo yang telah insyaf.

“Akhir-akhir ini, terlalu banyak bermunculan kelompok-kelompok baru yang perilakunya sangat ganas,”ungkap pria berwajah dingin sembari menghisap rokoknya dalam-dalam.

Kebanyakan dari anggota Gangster tersebut lanjut Andi (20), masih pelajar SMP yang kadang aksinya lebih beringas, padahal mereka itu awalnya hanya ikut-ikutan saja.

“Ya namanya anak baru gede, usia remaja itu kan fasenya sedang mencari jati diri,”tambahnya sambil tersenyum.

Dirinya menyebut, selain mencari jati diri, banyak dari mereka yang berasal dari keluarga broken home. Awalnya dari mereka itu berkumpul dan merasa nasibnya sama kemudian membentuk kelompok gangster.

“Boleh dikatakan mereka ikut gangster itu sebagai pelampiasan dan juga sebuah kebanggaan,”ucapnya.

Anggota Gangster dalam menjalankan aksinya biasanya turun ke jalan pada tengah malam dengan membawa senjata tajam, itupun sekedar show ataupun saat ada tantangan dari kelompok lain.

“Sekitar pukul 00.00 WIB sampai jelang subuh biasanya mereka beraksi,”ungkapnya.

Dikatakannya, tantangan dari kelompok lain tersebut biasanya berawal saling komentar di media sosial tik tok, IG, FB, yang kemudian disepakati tempat untuk tawuran.

“Kalau wilayah Sidoarjo, beberapa lokasi kerap dijadikan tempat tawuran, diantaranya di bypass Krian, Tugu kuda Jedong cangkring, Trosobo, Jalan tuang tugu Pancasila, Lingkar timur, perempatan Wonoayu, daerah Waru, Krembung,”sebutnya.

Tidak ada pemenang dalam tawuran tersebut, kedua kelompok hanya berlarian kejar mengejar sambil membawa senjata tajam. Nah, bila ada salah satu anggota kelompok ada yang terjatuh, barulah diserang ramai-ramai. Dan aksi tawuran tersebut direkam dan kemudian diupload ke media sosial.

Dikatakan pria yang sempat dibui karena pembacokan itu, kalau salah satu kelompok sudah berhasil dipukul mundur, paling ya hanya merampas bendera serta kaosnya.

“Keberhasilan merampas kaos dan bendera kelompok lain ini akan menjadi sebuah kebanggaan, dan kemudian atribut tersebut selanjutnya diinjak-injak bahkan juga dibakar, dan semua itu direkam kemudian diupload ke Tiktok atau Instagram,”ucapnya.

Sambil menarik napas dirinya mengatakan setelah semua yang dilaluinya, saat ini yang ada tinggal penyesalan. Dirinya mengaku saat ini kesulitan untuk mencari kerja karena punya catatan merah di pihak kepolisian.

“Saya hanya sampaikan kepada semuanya, kalau di dalam (bui.red) itu sangat tidak enak, akan jauh dari orang tua dan bila keluar akan sulit dapat kerjaan, untuk itu berhentilah dan isi kehidupanmu dengan kegiatan positif atau kamu akan menyesal di kemudian hari,”tandasnya. (cles)

Sumber : Sidoarjo Terkini (Jejaring JatimTerkini.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.