suarakawan.com – PT Kedawung Setia Industrial Tbk (KSI) berhasil mencatatkan kinerja positif di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil dan penuh tekanan. Penjualan Perseroan pada kuartal III tahun 2025 meningkat signifikan.
Jika pada kuartal III tahun 2024 penjualan tercatat Rp 1,51 triliun, angka tersebut melonjak menjadi Rp 1,57 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Kenaikan ini berarti terdapat pertumbuhan penjualan sebesar 4,1%.
Pencapaian ini diumumkan dalam acara public expose yang diselenggarakan Perseroan pada Rabu (26/11/2025) di kantor PT Kedawung Setia Industrial Tbk.
Ageng Inabhimantra, Corporate FA Manager PT Kedawung Setia Industrial Tbk, mengatakan bahwa kenaikan ini mencerminkan peningkatan market share Perseroan.
“Peningkatan penjualan ini tidak terlepas dari produk-produk kami yang sesuai dengan permintaan pasar,” kata Ageng.
Menurut Ageng, dari semua lini produk yang diproduksi, segmen packaging menjadi yang paling banyak diminati masyarakat. Penjualan produk ini menyebar ke hampir seluruh Indonesia, bahkan menjangkau pasar ekspor, berkat kualitas produk yang memenuhi standar pasar.
Perseroan juga memaparkan proyeksi penjualan hingga akhir tahun 2025.
“Kami memprediksi penjualan sampai dengan akhir tahun 2025 akan mencapai Rp 2,10 triliun, naik 1,4% dibandingkan penjualan sepanjang tahun 2024 yang hanya Rp 2,07 triliun,” lanjut Ageng.
Untuk mencapai target dan terus memperkuat daya saing, Perseroan fokus pada:
Efisiensi Operasional: Menerapkan efisiensi dan peningkatan kualitas produk.
Optimasi Distribusi: Mengoptimalkan jaringan distribusi di semua lini bisnis.
Inovasi: Meningkatkan penetrasi kepada pelanggan industri melalui inovasi produk.
Keberlanjutan: Menerapkan prinsip keberlanjutan.
Ageng menambahkan, Perseroan juga melakukan analisis mendalam pada struktur laba rugi, termasuk penyesuaian pada pendapatan, biaya, modal kerja, aset, dan persediaan.
“Perseroan berkomitmen untuk menjaga dan mengoptimalkan kapasitas produksi terpasang sebesar 24.000 ton per bulan demi mendorong pertumbuhan secara berkelanjutan,” tutup Ageng. (dul)





