SuaraKawan.com
Trenggalek

Gandeng Wartawan Latihan Menembak, Kapolres Trenggalek: Tingkatkan Sinergitas

Polres Trenggalek – Sebagai personel Kepolisian, harus memiliki kompetensi sesuai dengan bidang tugas yang diemban. Selain itu, juga memiliki keterampilan untuk menunjang tugas di lapangan. Salah satunya adalah skill menggunakan senjata api.

Guna mendukung hal tersebut, Kepolisian Resor Trenggalek kerap melakukan latihan menambak bagi anggotanya. Latihan ini rutin digelar agar hard skill maupun soft skill menggunakan senjata terus terasah dengan baik.

Sedikit berbeda, latihan kali ini digelar di lapangan tembak Brimob yang berada di Kompi C Sat Brimob Kediri yang memang memenuhi kualifikasi lapangan tempak lengkap dengan sarana prasarana penunjang yang memadai. Rabu, (8/3).

Kapolres Trenggalek AKBP Alith Alarino, S.I.K. yang kebetulan turut hadir dan memimpin langsung jalannya kegiatan ini mengungkapkan, latihan ini diikuti oleh seluruh pejabat utama, personel yang pinjam pakai senpi serta anggota yang memang dari segi tugas diwajibkan membawa senpi.

“Iya betul. Mengasah keterampilan sehingga anggota tidak hanya memiliki kemampuan yang handal tetapi juga mengetahui dan memahami penggunaan Senpi sesuai regulasi dan aturan yang ada.” Ujar AKBP Alith.

Lebih lanjut AKBP Alith menuturan selain kalangan internal, pihaknya juga menggandeng sejumlah wartawan yang bertugas di Kabupaten Trenggalek untuk ikut serta dalam latihan tersebut. Hal ini merupakan wujud sinergitas yang kuat antara Polri dengan insan media.

Agar lebih greget, Kapolres muda yang dikenal murah senyum ini memberikan hadiah spesial bagi anggota maupun wartawan yang berhasil menembak tepat sasaran dengan nilai tinggi.

Sementara itu, KabagSDM Polres Trenggalek Kompol. M. Solichin, S.H. yang menjadi koordinator kegiatan mengungkapkan, latihan ini masuk dalam program Latkatpuan atau latihan peningkatan kemampuan bagi jajaran Polres Trenggalek.

“Latihan ini dikuti oleh sedikitnya puluhan personel. Sedangkan tenaga pelatih dan instruktur gabungan dari Polres Trenggalek dan Brimob yang memang memiliki kompetensi menembak.” Ucapnya.

Adapun senjata yang digunakan latihan meliputi dua jenis yakni laras pendek jenis HS dengan jarak 15 M. sedangkan senjata laras panjang SS1 V2 dengan jarak tembak 100 meter. Peserta juga dibekali pelatihan menembak reaksi.