YLKI Nilai Pemerintah Langgar Hak Publik Terkait Pembatasan Medsos

Jakarta (Suarakawan.com) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai langkah pemerintah membatasi fitur platform media sosial (Medsos) dan perpesanan instan melanggar hak publik dan hak konsumen.

“Secara politis apa yang dilakukan pemerintah bisa dimengerti walaupun sebenarnya terlambat,” kata kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Kamis (23/5/2019).

Namun dia menganggap langkah pemerintah tersebut terlalu berlebihan, seperti ingin menangkap seekor tikus dengan cara membakar lumbung padi.

Secara hukum, menurut dia, langkah pemerintah tersebut bisa dikatakan melanggar hak-hak konsumen dan hak-hak publik yang sebenarnya dijamin undang-undang.

“Langkah pembatasan sebagian fitur platform media sosial dan perpesanan instan itu melanggar hak-hak konsumen dan hak-hak publik yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, bahkan Undang-Undang Dasar 1945,” tuturnya.

Dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Rabu (22/5), Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan pemerintah sementara membatasi secara bertahap sebagian akses platform media sosial dan perpesanan instan dalam upaya mengekang penyebaran hoaks mengenai aksi unjuk rasa terkait pengumuman hasil Pemilihan Umum 2019.

“Tidak semua dibatasi dan bersifat sementara serta bertahap,” ujarnya.(ara/ziz)

Tag: