Wujudkan Jatim Bebas Kusta, Dinkes Gaungkan Jelita

37 views

Surabaya, SuaraKawan.com –  Guna mewujudkan Jatim bebas kusta, Dinas Kesehatan Dinkes Jatim kembali menggaungkan program Jawa Timur Eliminasi Kusta (Jelita). Program Jelita ini perlu digaungkan agar masyarakat Jatim sadar akan pentingnya menjaga kesehatan.

Bertepatan dengan Hari Kusta Sedunia yang diperingati setiap minggu ke empat Januari. Dinas Kesehatan Provinsi Jatim mengenalkan lagi program Jawa Timur Eliminasi Kusta (Jelita). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim Herlin Ferliana mengatakan, Jelita di luncurkan sejak tahun 2017.

“Kepada masyarakat yang menemukan keluarga atau teman yang dibadannya ada bercak putih dan mati rasa agar dibawa ke puskesmas atau rumah sakit untuk deteksi dini” jelasnya kamis (23/1) di kantor Dinkes Jatim.

Herlin menambahkan upaya ini untuk memutus rantai penularan kusta. “Perlu diingat kalau kusta bisa diobati, jadi kalau ada yang kena kusta dikawal berobat ke puskesmas gratis. Sedangkan kalau sudah cacat kita rehab untuk memfungsikan lagi organ tubuhnya” ungkapnya.

Herlin mengungkapkan Indonesia menduduki peringkat ke tiga dari daftar penderita kusta baru didunia. Sedangkan Jawa Timur menjadi daerah terbanyak penyumbang kusta baru. Dinkes Provinsi Jatim mencatat ada 2668 penderita kusta baru. Sedangkan 3351 orang dalam tahap berobat. Namun prevalensi kusta di Jatim turun dari 0,92 turun menjadi 0,84 per 10 ribu penduduk di tahun 2019.

Herlin menambahkan kawasan Madura raya menjadi daerah endemi terbesar di Jatim. Daerah yang belum tereliminasi kusta sampai akhir tahun 2019 antara lain Sampang, Pamekasan, Sumenep, Bangkalan, Lumajang, Situbondo, Tuban, Probolinggo dan Jember.

“Kusta menular lewat pernafasan kalau bersinggungan langsung dengan penderita. Kusta juga berkorelasi dengan pola hidup yang tidak sehat” pungkasnya. dna

Dinkes Jatim kusta

Posting Terkait