Warga Talun Blitar Dihebohkan Pocongan Pencuri Uang

Blitar (Suarakawan.com) – Selama dua pecan ini warga Talun, Blitar dihebohkan dengan mewabahnya aksi pencurian uang. Lebih heboh lagi, aksi pencurian uang itu diduga dilakukan oleh pocongan.

Kabar adanya pocongan pencuri uang itu meluas di 2 dusun di wilayah Talun, Blitar. Kedua dusun itu ialah Dusun Tegalrejo dan Dusun Panti Mulyo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar. Beberapa warga mengaku mendengar para korban di dua dusun itu sekitar 15 orang.

Namun korban pencurian yang nominalnya paling banyak adalah seorang pemilik toko di RT 2 RW 6 bernama Sri Utami.

“Sudah dua minggu ini lho. Semua orang juga membicarakan itu. Ada yang kehilangan Rp 400 ribu, ada yang bilang kehilangan Rp 2 juta. Kalau yang paling banyak, katanya Mbak Sri yang punya toko itu. Sampai Rp 7 juta hilangnya,” kata Wahyu, salah satu warga, Rabu (12/9/2018).

Selain Sri, warga lain yang santer diperbincangkan menjadi korban di antaranya pasangan Widiatun dan Arifin, pasangan Mesiati dan Hari P serta Jamal. Jarak rumah antara korban satu dengan yang lainnya berdekatan, sekitar 200 meter.

Karena tak ada jejak itulah, berembus isu liar bahwa pelaku pencurian uang warga itu adalah pocongan. Lebih jauh, warga menduga, pocongan ini merupakan suruhan seorang warga setempat yang menjadi orang kaya baru (OKB).

Faktor ini juga dijadikan alasan para korban untuk tidak melaporkan kasus pencurian tersebut ke pihak berwajib.

Sementara Sri, sang pemilik toko cenderung bersikap kurang ramah.

“Sudah nggak usah tanya macam-macam. Uangnya sudah hilang. Maaf ya saya lagi sibuk jualan,” ujarnya.

Begitu juga dengan jawaban korban lain seperti Jamal.

“Uang saya juga hilang. Tapi wong cerita yang beredar ndak bener gitu. Males saya cerita,” kata takmir masjid ini.(dtc/ziz)