UGM Nonaktifkan Dua Dosen Simpatisan HTI

Tidak ada komentar 67 views

YOGYAKARTA (suarakawan.com) – Rektorat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta telah meminta keterangan dua dosen yang diduga menolak Pancasila sebagai ideologi negara. Dosen di fakultas teknik yang menjabat kepala departemen dan kepala laboratorium itu adalah simpatian Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani, Sabtu (9/6), menyatakan keduanya sudah dimintai keterangan di hadapan pimpinan universitas, senat akademik, dan dewan guru besar. Proses lebih lanjut diserahkan ke dewan kehormatan universitas (DKU). Untuk menjalani proses tersebut, keduanya telah dinonaktifkan.

Sebelumnya, Rektor UGM, Panut Mulyono, Jumat (8/6), menyatakan kedua dosen telah melakukan klarifikasi dan rektorat mendapat jawaban langsung dari keduanya. Mereka mengaku simpatisan HTI, tetapi tidak anti-Pancasila dan anti-NKRI.

“Alasannya ingin berjuang memperbaiki Indonesia dengan cara-cara Islami. Mereka tidak anti-NKRI atau Pancasila. Begitu keterangan yang disampaikan. Namun, biar semua prosedural, ya kami teruskan ke dewan kehormatan universitas,” ujarnya.

Panut mengaku pernah memanggil salah satu dari kedua dosen tersebut. Dalam pertemuan yang didampingi dekan fakultas teknik beberapa waktu lalu, dia mengaku bukan anggota HTI karena tidak memiliki kartu anggota.

Pihaknya meminta keterangan kedua dosen tersebut setelah mendapat keluhan di media sosial. Lewat media sosial, kedua dosen itu mengungkapkan perasaan dalam bentuk mendoakan, harapan, dan bersimpati terhadap HTI.