Tumpas Mafia Impor Pangan: Istana dan DPR Kudu Kompak

 

Oleh: Muslim Arbi

Koordinator Garpu
(Gerakkan Perubahan)

Istana dan DPR wajib kompak untuk tumpas mafia impor pangan. Istana dan DPR harus menjadi lembaga Superbody dan harus imun dari segala hangky-pangki dalam dunia catut mencatu di importasi pangan.

Istana dan DPR harus muncul sebagai representasi Negara untuk bela Bangsa dan kepentingan Rakyat.

Istana dan DPR, karena tahun politik dan demi dana politik sehingga jangan sampai berdamai dengan mafia impor pangan.

Jika Istana dan DPR lembek dengan mafia impor pangan so pasti di duga kejar dana2 politik untuk aman kan posisi masing2 di Pileg dan Pilpres 2019.

Tindakan mentri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang berseteru dengan kepala Bulog, Budi Waseso ( Buwas), memberi cukup bukti bahwa Mafia Impor Pangan sangat terang bermain di balik impor gila2an belakangan ini.

Istana harus tegas mencopot Enggar dan DPR segera bentuk Pansus Pangan menelusuri permainan Mafia Impor pangan ini. Karena kata Bang Rizal Ramli ada dana Triliunan yang di raup dari2 praktek2 illegal yang rugikan Negara dan Kaum Tani Indonesia. Dan di curigai sebagai dana taktis politis di Pemilu mendatang.

KPK harus segera periksa Enggar atas praktek kartel Impor pangan ini. Jangan serahkan soal ini ke Kejaksaan. Karena Kejagung adalah teman separtai dengan Enggar. KPK wajib selamatkan Petani dan Usut Tuntas Mafia Impor pangan ini. Karena BPK sdh lakukan audit. Dan telah di temukan 9 pelanggaran dalam importasi oleh Enggar.

Publik akan terus amati Istana dan DPR dalam soal mafia Importasi Pangan ini.

Jika Istana dan DPR tidak mampu lakukan tumpas mafia impor pangan ini, akan memberi legitimasi kuat bahwa kedua lembaga Tinggi Negara ini memang telah tunduk dan bertekuk lutut di bawah kekuatan Mafia. Rakyat memberi jawaban dengan cara nya sendiri.

Rakyat bersatu tidak dapat di kalahkan!

Depok, 21 September 2018

Tag: