Tiket Pesawat Mahal karena Monopoli Avtur, Jokowi Jewer Pertamina


Jakarta (Suarakawan.com) – Mahalnya harga tiket pesawat ternyata dipicu monopoli harga avtur dari Pertamina yang kelewat mahal. Fakta itu dilontarkan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Menanggapi keluhan PHRI itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan langsung memanggil Direktur Pertamina, Selasa (12/2/2019) hari ini.

“Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang kaget dan malam hari ini saya juga baru tahu tadi dari Pak Chairul Tanjung mengenai avtur yang ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri. Sehingga ini nanti besok pagi saya akan undang Dirut Pertamina,” kata Jokowi saat menghadiri gala dinner HUT ke-50 PHRI di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, tadi malam.

Jokowi menjelaskan, nantinya Pertamina akan diberi dua pilihan. Menyamakan harga avtur dengan harga internasional atau pemerintah akan mendatangkan kompetitor terkait penjualan avtur di dalam negeri.

“Pilihannya hanya satu, harganya bisa sama dengan harga internasional tidak? Kedua, kalau tidak bisa berarti saya akan masukkan kompetitor yang lain sehingga terjadi kompetisi. Pilihan-pilihannya hanya itu. Nggak ada yang lain. Karena memang sangat menganggu sekali. Kemarin lihat banyak keluhan itu, tapi saya belum… ini apa? Kok tahu-tahu naiknya setinggi itu. Saya belum sempat mengundang, memanggil,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani dalam pidatonya menyampaikan terkait monopoli Pertamina dalam penjualan avtur. Harga avtur tinggi menyebabkan harga tiket pesawat mahal dan omset pemesanan hotel pun menurun.

“Monopoli Pertamina di dalam menjual avtur sebaiknya segera diakhiri. Dengan memberikan peluang kepada perusahaan lain untuk menjual avtur dengan harga yang lebih kompetitif,” tutur Haryadi.

“Kami yakin bapak presiden berpihak pada prinsip persaingan yang sehat, dan efisien. Sehingga akan memberikan daya saing yang tinggi,” lanjutnya.(dtc/ziz)

Tag: