Tidak Ada Dualisme, DPW PPP Jatim dan Jateng Ingatkan Humphrey Djemat Jangan Cari Masalah Lagi

27 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Klaim pernyataan Ketum DPP PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat yang mengaku sudah ishlah dengan Plt Ketum DPP PPP hasil Muktamar Surabaya, Suharso Manoarfa di kediaman mantan Ketum DPP PPP Hamzah Haz saat membahas persiapan Mukernas PPP disesalkan oleh PPP Jatim dan PPP Jateng.

Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsuri menegaskan bahwa pernyataan Humphrey Djemat itu tidak benar adanya. Sebab, Ishlah itu dilakukan ketika dua pihak dalam posisi yang sama dan kekuatan yang sama.

PPP di bawah kepemimpinan Suharso Maonarfo selaku Plt Ketum dan Arsul Sani selaku Sekjen, lanjut Masruhan adalah PPP yang sah satu-satunya dan sudah disahkan pemerintah melalui Kemenkumham. Bahkan PPP juga sudah bisa mengikuti Pilkada, Pilgub, Pileg dan Pilpres. Di berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia juga sudah selesai tak ada dualisme.

“Eh gak ada angin, gak ada mendung kok hujan. Artinya ujug-ujug kok ini ada ishlah, yang demikian ini sangat disayangkan. Karena itu PPP Jateng dan Jatim serta hampir semua DPW juga memiliki sikap yang sama bahwa Muktamar hanya bisa dilaksanakan dibawah kepemimpinan Suharso Manoarfa dan Arsul Sani,” tegas Masruhan Samsuri didampingi Keua DPW PPP Jatim, Musyaffa’ Noer saat dikonfirmasi di Surabaya, Rabu (27/11).

Soal Humphrey, kata Masruhan, silahkan kalau diberi undangan untuk menghadiri pembukaan Rakernas atau Mukmatar PPP mendatang. Namun kapasitas Humphrey tidak seimbang dan sebanding dengan Suharso Manoarfa dan Arsul Sani.

”Kalau Humphrey Djemar dan yang lain mau masuk struktur pengurus DPP, oke Jatim dan Jateng akan memperjuangkan masukkan di kepengurusan mendatang,” jelas Masruhan.

Ditambahkan, kekuatan dan pengaruh Humphrey di Jateng itu sudah tidak ada apa-apanya. Bahkan sebagian pengurusnya sudah masuk ke partai lain. Begitu juga di Jatim sebagian sudah kembali diakomodir masuk ke struktur pengurus PPP di bawah kepemimpinan Plt Ketum DPP PPP Suharso Manoarfa. “Kami minta Humphrey dan kawan-kawan jangan cari perkara atau seolah-olah mau cari persaja saja,” sindir Masruhan Samsuri.

Sementara menyangkut calon ketua umum DPP PPP pada Muktamar Februari 2020 mendatang, kata Masruhan DPW PPP se Indonesia sudah sepakat mewajibkan berdarah hijau. “Artinya, aslli dan sudah terbukti sebagai kader PPP,” imbuhnya.

Senada, sekretaris DPW PPP Jatim, Norman Zien Nahdi menjelaskan bahwa kepengurusan PPP hasil Muktamar di Pondok Gede Jakarta itu sudah berakhir. Sehingga dalam Muktamar PPP mendatang, pihaknya juga akan mengundang pihak Djan Farid maupun Humphrey Djemat untuk bersatu kembali membesarkan PPP. “Saya kira tidak perlu lagi bagaimana ishlah karena kita sudah ishlah pada waktu Muktamar di Pondok Gede sehingga sudah tak ada lagi dualisme kepengurusan di PPP,” ungkap Norman.

Sekedar diketahui, Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat di Jakarta mengklaim pelaksana tugas Ketua Umum PPP Suharo Monoarfa sudah sepakat untuk islah atau penyatuan kembali dua kubu yang ada di partai berlambang Ka’bah. Ia menyebut kesepakatan ini demi menyelamatkan PPP agar bisa bertahan di Pemilu 2024 mendatang.

Sebagaimana diketahui bersama pada tahun 2014, PPP terpecah menjadi dua kubu. Humphrey merupakan pengganti Djan Faridz, Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta. Sedangkan Suharso Manoarfa merupakan pelaksana tugas yang menggantikan Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy alias Rommy. (aca)

Posting Terkait