Teror Peluru Nyasar Hantui Anggota DPR

Tidak ada komentar 45 views

Jakarta (Suarakawan.com) – Wakil rakyat yang duduk di DPR RI kini dihantui teror peluru nyasar. Polisi hingga kini terus mendalami kasus peluru nyasar di Gedung DPR. Dua peluru yang menyasar ruang kerja anggota Fraksi Gerindra DPR Brigjen Pol (Purn) Wenny Warouw di lantai 16 dan anggota Fraksi Golkar DPR Bambang Heri Purnama di lantai 13 disebut identik. Kedua peluru itu berkaliber 9×19 mmm.

Dua peluru itu berasal dari satu senjata yang diletuskan seorang anggota Perbakin Tangerang Selatan berinisial I yang sedang latihan di lapangan tembak. Jarak lapangan tembak ke Gedung DPR jika dicek menggunakan Google Map sejauh 400 meter. Ukuran jarak ini belum memperhitungkan ketinggian ruang kerja kedua anggota DPR yang ada di Gedung Nusantara I.

Kedua peluru yang ditemukan masing-masing di plafon lantai 16 dan partisi ruangan lantai 13 telah dikirim ke labfor. Hasilnya, sekali lagi, kedua peluru itu identik, mempunyai 6 galangan dan 6 dataran, alur ke kanan. I, pria yang meletuskan tembakan sedang mencoba senjata yang saat ditembakkan dalam setelan automatis, sehingga arah tembakannya disebut tak terkendali.

Senjata yang digunakan I telah diamankan polisi. Selanjutnya polisi melakukan uji tembak untuk menentukan alur dan galangan Senpi yang digunakan.

Kedua peluru ditembakkan dan nyasar ke ruang kerja anggota DPR sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (15/10) kemarin. Polisi telah menyatakan penembakan itu peluru nyasar, namun Wenny Warouw tak percaya begitu saja dan masih menunggu pemeriksaan lengkap.

Dua peluru itu masing-masing menembus ruang kerja anggota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Heri Purnama, yang ada di lantai 13 Gedung Nusantara I dan ruang kerja anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Brigjen Pol (Purn) Wenny Warouw, yang ada di lantai 16, gedung yang sama. Untungnya dua peluru itu tak mengenai penghuni gedung.

Peluru di lantai 13, tepatnya di ruang 1313, secara mengerikan menembus dinding gedung, bagian belakang jilbab seorang staf dan kemudian berhenti di partisi ruangan. Kondisi peluru terbilang masih utuh.

Peluru kedua yang nyasar ke lantai 16 menembus kaca jendela ruang kerja Wenny Warouw, melintas di atas kepalanya dan tamu-tamunya lalu terhenti di plafon. Bentuk peluru di ruang 1601 itu sudah tak jelas.

Kedua peluru itu berkaliber 9×19 milimeter. Berasal dari satu senjata yang diletuskan seorang anggota Perbakin Tangerang Selatan berinisial I yang sedang latihan di lapangan tembak seberang gedung DPR.

Hasil pemeriksaan, kedua peluru itu identik, mempunyai 6 galangan dan 6 dataran dengan alur ke kanan. I, pria yang meletuskan tembakan sedang mencoba senjata yang saat ditembakkan dalam setelan automatis, sehingga arah tembakannya disebut tak terkendali. Sekali lagi, untungnya peluru nyasar itu tak memakan korban.(dtc/ziz)

Tag: