Terlibat Jaringan Narkoba Lapas, Pria Asal Lamongan Ditangkap Satreskoba Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya (28/12/2018) : Lagi-lagi jaringan peredaran Narkotika jenis Sabu-sabu diungkap Sat Resnarkoba Polrestabes Surabaya. Dalam ungkap kasus ini, seorang pelaku berinisial DH ditangkap.

Kasat Resnarkoba AKPB Indra Mardiana mengatakan, pria 35 tahun yang tinggal di Jl. Genting Surabaya ini ditangkap di Jl. Tanjung Sari, Surabaya, Senin, (10/122018) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan upaya penyelidikan oleh anggota Opsnal Unit I, sehingga dapat dilakukan penangkapan terhadap tersangka,” kata Indra, Kamis, (28/12/2018).

Indra menjelaskan, saat dilakukan penggeledahan terhadap DH ditemukan 1 bungkus rokok berisi 2 poket Narkotika jenis Sabu-sabu seberat 7,10 gram dan 5,10 gram beserta pembungkusnya.

Selain Narkoitka jenis Sabu-sabu, petugas menyita barang bukti 1 unit HP dan 1 unit sepeda motor. Sabu-sabu itu rencananya akan dikirimkan kepada pemesan.

Kepada petugas, DH mengaku mendapatkan Narkotika jenis Sabu-sabu tersebut dari DP yang belum lama ini menawarkan pekerjaan untuk menerima dan mengirimkan paket Narkotika jenis Sabu-sabu.

“Sedangkan cara pelaku sendiri dalam mengirimkan paket Sabu-sabu adalah dengan sistem ranjau, yakni meletakkan barang haram tersebut di Jl. Kartini, Surabaya,” jelasnya.

Sementara itu, barang Narkotika jenis Sabu-sabu yang lainnya, disimpan oleh DH di rumahnya di Desa Sukodadi, Kabupaten Lamongan.

Selanjutnya, petugas membawa DH untuk menunjukkan lokasi Sabu-sabu yang disimpan dirumahnya itu. Setelah itu, petugas melakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti lainnya.

Barang bukti itu diantaranya adalah 1 buah dosbook HP berisi 2 paket plastik berisi Narkotika jenis Sabu-sabu seberat 84,42 gram dan 15,26 gram beserta bungkusnya. Selanjutnya tersangka dibawa ke Polrestabes Surabaya guna penyelidikan lebih lanjut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, DH dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal Hukuman mati atau seumur hidup dan minimal 6 tahun penjara.***rh

Laporan : Humas Polrestabes Surabaya.

Editor : Saiful.

Sumber : Polrestabes Surabaya