Survei Pilgub Jatim: Elektabilitas Khofifah-Emil Kalahkan Gus Ipul-Puti

SURABAYA (suarakawan.com) – Hasil survei terbaru untuk Pilgub Jatim 2018, menunjukkan bahwa pasangan Khofifah-Emil Dardak memiliki prosentase pemilih yang lebih tinggi dibandingkan kompetitornya. Hal ini disampaikan survei hasil dari Alvara Research Center, Selasa (22/5).

Survei itu menyebutkan Khofifah-Emil meraih suara 48 persen dan Gus Ipul-Puti 41,9 persen. Sementara sisa disebut belum menentukan pilihan.

CEO Alvara Research Center, Hasanuddin Ali, mengaku terkejut dengan hasil tersebut. Sebab dari hasil survei sebelumnya pasangan Gus Ipul-Puti masih unggul di atas Khofifah-Emil. Namun situasi itu kini berbalik.

“Hasil survei ini cukup mengejutkan. Karena pada survei sebelumnya September 2017 lalu, elektabilitas Khofifah hanya 35,9 persen di bawah Saifullah Yusuf dengan 46,6 persen,” ungkap Hasanuddin dalam rilisnya ke suarakawan.com.

Dari gambaran hasil tersebut, elektabilitas Khofifah saat berpasangan dengan Emil Dardak mengalami lonjakan yang signifikan. Yakni sebesar 11,1 persen. Sementara Gus Ipul ketika berpasangan dengan Puti mengalami penurunan sebesar 5,1 persen.

Hasanuddin melihat ada beberapa faktor utama yang menyebabkan melejitnya elektabilitas Khofifah-Emil. Di antaranya Khofifah dianggap sebagai sosok yang pengalaman dan dipadukan dengan Emil yang lebih dekat dengan generasi milenial.

“Keduanya dianggap merupakan kombinasi pasangan ideal. Khofifah memiliki pengalaman dan usia yang matang. Sementara Emil adalah sosok intelektual dan mewakili generasi milenial,” lanjut Hasanuddin.

Selaim itu program-program kerja yang ditawarkan oleh Khofifah-Emil dianggap lebih baik ketimbang pesaingnya. Hal ini yang disinyalir penyebab tingginya pasangan ini.

“Sedikitnya ada lima prioritas pembangunan yang diharapkan masyarakat Jawa Timur yakni lapangan kerja, penanganan Kemiskinan, stabilitas harga sembako, pelayanan kesehatan dan sarana pendidikan perlu lebih mendapat perhatian,” pungkas Hasanuddin.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka kepada 800 responden yang berusia 17 tahun ke atas. Respon yang diwawancarai tersebar di 38 kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Survei yang dilakukan pada rentan waktu 29 April hingga 5 Mei 2018 itu memiliki margin error 3,46 persen. (aca/rur)