Suara Muslimat dan NU Bersatu, PKB Jatim Optimis Raih Kemenangan di Pileg 2019

SURABAYA (suarakawan.com) – Tidak mendukung Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa di Pilgub lalu tidak membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal kehilangan suara jamaah Muslimat NU. Perpecahan yang terjadi di tubuh Nahdlatul Ulama pada Pilgub Jawa Timur 2018, tak membuat PKB takut kehilangan suara besar di Pemilu 2019.

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar mengatakan jika kini seluruh kader NU telah bersatu kembali untuk memenangkan PKB. “Jadi saya kira beda antara Pilgub dan Pileg. Kalau Pileg bicara kepartaian, kalau Pilgub kan bicaranya figur. Jadi sekarang semua sudah bersatu karena PKB ini satu-satunya partai yang dilahirkan oleh NU,” jelas Halim usai mendaftarkan bakal calon legislatif (Bacaleg) PKB ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, Selasa (17/7) malam.

Rombongan pengurus PKB datang ke KPU dengan diantar Bis besar yang bergambar Cak Imin Presiden. “Kami yakin di pemilu nanti, semua keluarga besar Nahdlatul Ulama termasuk Muslimat NU tetap bersama-sama PKB,” yakin Halim.

Karena itu, pria yang akrab disapa Halim itu mengaku optimis jika PKB dapat kembali memenangkan Pemilu. Bahkan, ia pun berani memasang target tinggi dengan meraih 32 kursi. “Kami yakin PKB tetap menjadi partai pemenang Pemilu di Jatim. Target itu sudah dengan kalkulasi yang cukup matang, dengan mempertimbangkan berbagai kompetitor yang ada dan kualitas caleg yang dimasukkan,” jelas kakak kandung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ini.

Halim Iskandar juga memastikan bahwa Saifullah Yusuf (Gus Ipul) usai kalah di Pilgub Jatim 2018 tidak maju di Pileg 2019 dari partainya.

“Gus Ipul tidak, tidak nyaleg,” katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Halim menuturkan, Gus Ipul akan mengikuti jejak berikutnya untuk kepentingan penguatan diri sesuai dengan konstelasi politik yang ada di Jatim maupun Indonesia.

Apakah itu maknanya Gus Ipul akan menjadi kader di PKB? “Sejak dulu kan kader PKB, mantan Sekjen DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKB,” sergahnya. Akankah dikasih posisi di PKB? “Ya pastilah! Di DPP nanti,” tegas Halim.

Ketua DPRD Jatim itu belum bisa memastikan posisi ada di DPP yang akan diberikan ke Gus Ipul.

“Ya nanti, belum. Gus Ipul itu kan mantan Sekjen DPP PKB, yang kemudian menjadi menteri, wakil gubernur dua periode, ikut kontestasi Pilgub Jatim 2018 dan belum memenangkan, sehingga beliau tetap menjadi bagian dari keluarga besar PKB,” paparnya. (aca/rur)