Datangi DPRD Jatim, Desak Pemerintah Agar Kasus Pengusaha Transportasi Malaysia Dibawah Ke Ranah Hukum

69 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggeruduk Kantor DPRD Jawa Timur, Senin (2/9). Para pengemudi tersebut menuntut Anggota DPRD Jawa Timur dapat mendorong pemerintah pusat untuk menuntut Bos Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail, ke ranah hukum.

Shamsubahrin Ismail merupakan pengusaha taksi asal Malaysia yang sebelumnya menyebut warga Indonesia sebagai warga miskin. Tak berhenti di situ, Shamsubahrin Ismail juga menyalahkan pemerintah Indonesia karena melegalkan ojek online.

Koordinator aksi, Arif, menjelaskan bahwa pihaknya tersinggung dengan perkataan tersebut. “Ojek online dipandang sebagai pekerjaan rendah. Oleh karenanya, kami menuntut agar Saudara Shamsubahrin bisa ditindak secara hukum,” kata Arief pada penjelasannya di sela aksi.

Tak hanya itu, peserta aksi juga menuntut permintaan maaf dari yang bersangkutan. Peserta aksi lantas diterima oleh dua anggota DPRD Jatim. Hadi Dediyansyah (politisi Gerindra) dan Mathur Husyairi (politisi PBB).

Bagi Hadi dan Mathur, ini adalah kali pertama bagi mereka menerima perwakilan pengunjuk rasa setelah mereka dilantik sebagai Anggota DPRD Jatim periode 2019-2024, Sabtu (31/8) lalu. Meskipun demikian, keduanya tak canggung dan langsung menerima perwakilan aksi untuk berdiskusi di dalam DPRD Jatim. “Posisi Shamsubahrin ada di Malaysia sehingga agak membingungkan kalau diproses di Indonesia. Hal ini sulit juga karena mereka bukan orang Indonesia,” kata Hadi ditemui usai acara tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk turun tangan. “Mau tidak mau, pemerintah Indonesia harus bisa bisa memberi tuntutan juga sama dengan tuntutan pengemudi ojek online ini,” kata Hadi.

Menurutnya, apa yang telah dilakukan Shamsubahrin mencederai harga diri warga Indonesia. “Hal ini sudah merendahkan harkat martabat bangsa Indonesia,” tegas Hadi.

Menurutnya, hal ini bukan semata masalah personal, namun telah menyangkut masalah bangsa dan negara. “Oleh karena itu, kami sepaham dengan teman-teman ojek online agar yang bersangkutan harus ditindak secara hukum yang berlaku,” jelas Hadi.
Tindakan tersebut perlu karena memberikan efek jera. “Jangan sampai karena tidak ada tindakan pada persoalan atas pelecehan bangsa lain yang melecehkan bangsa Indonesia, kami kawatir nanti akan muncul saudara Shamsubahrin yang lain,” jelasnya.

Untuk diketahui, pengusaha taksi Malaysia Shamsubahrin Ismail kembali berulah. Shamsubahrin Ismail menuai kecaman setelah menghina GoJek dan menyebut Indonesia negara miskin. Banyaknya kecaman membuat Shamsubahrin Ismail minta maaf. (Aca)

Posting Terkait