Seminggu Pasca Tragedi Bom, Polisi Perketat Penjagaan Gereja di Surabaya

SURABAYA (suarakawan.com) – Aparat keamanan dari Polri dan TNI memperketat penjagaan gereja-gereja di Surabaya, khususnya saat pelaksanaan kebaktian dan misa jemaat, Minggu, setelah insiden ledakan bom di tiga gereja sepekan lalu.

“Pagi-pagi sekali anggota sudah kami siagakan untuk berjaga demi memberikan rasa aman serta nyaman bagi jemaat yang akan beribadah,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di sela-sela meninjau aktivitas gereja di Surabaya.

Pantauan di sejumlah gereja, pengamanan tak hanya dari gereja dan polisi lalu lintas, tapi juga anggota Brimob Jatim bersenjata lengkap serta unsur TNI yang juga lengkap dengan senjata laras panjangnya.

Tidak hanya di pintu masuk gereja, pengamanan serupa juga diberlakukan beberapa titik sekitar gereja.

Bahkan, di beberapa gereja yang lokasinya berada bukan di jalan umum, polisi menutup total arus lalu lintasnya kecuali bagi jemaat yang akan melakukan kebaktian atau misa.

Seperti yang terpantau di Gereja Kristen Abdiel Gloria Pusat Jalan Pacar Surabaya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Pregolan, serta sejumlah gereja lainnya.

Selain itu, saat masuk lokasi gereja pun para jemaat harus melewati meja penjagaan dari petugas untuk memeriksa tas maupun barang bawaan lainnya.(ant/rur)