Sekdaparov Jatim Minta Fatayat NU Terlibat Perangi Narkoba dan HIV/AIDS

SURABAYA (Suarakawan.com) – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim, Heru Tjahyono meminta agar Fatayat NU ikut berperan aktif memerangi peredaran narkoba di kalangan remaja. Berdasar data BNNP Jatim tercatat ribuan remaja menjadi korbannya.

“Saya titip (masalah) narkoba kepada Fatayat (turut memerangi). Sebab kondisinya sangat memprihatinkan, terutama kalangan pemuda baik umum dan di pesantren” kata Heru saat memberi sambutan di acara Konferensi Wilayah (Konferwil) VX Fatayat NU Jatim, Sabtu (2/2).

Ditambahkan, selain masalah narkoba, persoalan HIV/AIDS juga juga memperihatinkan. Kedua hal ini juga harus diwaspadai sekalipun di dalam lingkungan pondok. Kemudahan akses komunikasi internet harus menjadi perhatian khusus.

“Titip juga. Meskipun di dalam kamar pondok bukan berarti itu tidak kemana-mana. Tetap harus dipantau. Saya titip ini juga kepada Fatayat,” tegas Heru.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Jatim Hikmah Bafaqih mengatakan bahwa Fatayat turut menjaga generasi penerus bangsa. “Fatayat turut menjaga peradaban perempuan Indonesia,” ucapnya saat memberi sambutan dalam Konferwil yang mengusung tema “Ihtiar Membangun Peradaban Perempuan dalam Bingkai Islam Aswaja” itu.

Untuk masalah Narkoba dan HIV/AIDS ini, Fatayat selama ini sudah bekerjasama dengan pihak Global veneu Founding, BNN pusat, provinsi untuk terus mensosialisasikan bahaya narkoba di kalangan pemuda pesantren yang ada di Jatim.

“Alhamdulliah kerjasama sosialisasi ini terus berjalan baik yang telah dilakukan oleh pihak fatayat. Begitu juga masalah HIV/AIDS juga dilakukan sosialisasi di tiga daerah di Jatim. Sehingga Fatayat NU Jatim saat ini juga sudah masuk atau menjadi kader penanggulangan Narkoba, dan HIV/AIDS,”tegasnya.

Tidak hanya itu, Fatayat juga melakukan kerjasama dengan pihak pemerintah yaitu menekan angka kematian ibu hamil dan angka kematian bayi.  “Ada sekitar 400 kader Fatayat di Jatim sudah melakukan pelayanan umat dan bekerjasama dengan Dinas Kesahatan, Pemberdayaan, serta perlindungan perempuan di Jatim untuk mensosialisasikan secara terus menerus bahaya Kematian Ibu dan Kematian Anak. Sehingga kematian ibu dan Bayi di Jatim dapat berkurang,”papar Hikmah didampingi Bendahara Fatayat NU Jatim, Anik Maslcha.

Bahkan, Fatayat NU bekerjasama dengan pihak polri untul sosialisasi bahaya radikalisme di kalangan Perempuan, agar para perempuan tidak terlibat dalam radikalisme atau ISIS.

“Hari ini kita begitu mudah mencaci-maki. Menebar kedengkian dan menyebar hoaks. Ini bisa mengikis peradaban perempuan. Seolah-seolah Indonesia akan hancur. Siapapun pengganti saya semoga bisa memberikan yang terbaik,”pungkas Hikmah Bafaqih perempuan asal Malang ini. (aca)