RSU Haji Komitmen Tekan Kematian Bayi

Tidak ada komentar 179 views

SURABAYA (suarakawan.com) – Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Surabaya, Sri Agustina Ariandani, menyatakan pihaknya berkomitmen untuk menekan Angka Kematian Bayi (AKB). Angka AKB di Jawa Timur berdasarkan data BPS 2016 mencapai 23,6 bayi dari 1.000 kelahiran.

“Memang kita masih di atas target nasional yaitu 24 bayi dari 1.000 kelahiran, tapi angka itu dianggap masih tinggi. Di RSU Haji pada 2017 lalu, AKB tercatat mencapai 23 dari 882 kelahiran. Targetnya, kami bisa menurunkan angka kematian bayi ini sampai 50 persen dari yang sekarang,” tuturnya, Kamis, (2/8).

Ia menjelaskan pihaknya telah bekerjasama dengan Singapore International Foundation (SIF) melalui Program Kegawatdaruratan Pediatri dan Perawatan Neonatal. Program tersebut berupa transfer pelatihan dan pengetahuan dan bertujuan untuk meningkatkan layanan kegawatdaruratan dan perawatan neonatal di lembaga kesehatan masyarakat di Jatim.

“Program ini dirancang untuk mengembangkan kapasitas tenaga kesehatan dalam meberikan layanan perawatan kritis pada bayi dan anak-anak yang berisiko. Kerjasama ini mencakup lokakarya pelatihan klinis, kunjungan studi banding ke Singapura untuk para tenaga kesehatan, dialog kepemimpinan dan symposium,” ujarnya.

Tahap pertama, sambungnya, SIF menyasar 40 tenaga medis RSU Haji mulai tenaga spesialis, paramedis hingga perawat. Kerjasama berlaku empat tahun mulai 2018 hingga 2022. Tenaga medis RSU Haji nantinya akan diberikan pelatihan perawatan yang komprehensif untuk bayi dan anak di Jatim yang memerlukan perawatan darurat oleh SIF yang didukung oleh SingHealth (Singapore Health Services).

“Kami yakin dengan kerjasama ini tenaga medis RSU Haji bisa menambah wawasan dan pengalaman berharga dari kolaborasi lintas batas ini dan pada gilirannya berkontribusi dalam menurunkan angka kematian bayi dan anak,” tandasnya.(*)