Romahurmuziy Buka Rapimwil Dan Pembekalan Caleg DPW PPP Jatim

SURABAYA (Suarakawan.com) – Ketua Umum (Ketum) PPP Romahurmuziy langsung membuka Rapinwil dan Santiaji atau pembekalan Caleg DPW PPP Jatim di Hotel Novotel Surabaya, Sabtu (10/11).

“Kami menargetkan Pemilu 2019 mendatang PPP bisa masuk tiga besar, maka itu PPP melakukan konsilidasi ini untuk mematangkan strategi pemenangan pemilu, sehingga target Pemilu yang dibebankan pada Caleg bisa terarah dan terukur seperti pada pemilu 2004,”ujar Romy sapaan akrabnya Romahurmuziy.

Dikatakannya, pembekalan Santiaji atau caleg tersebut PPP juga digelar di seluruh Indonesia. Untuk Jatim pihaknya berharap agar para caleg juga memberikan masukan dan strategi pemenangan pemilu 2019 mendatang. “Kami harap semangat di hari pahlawan ini bisa membawa berkah dan mengalir kepada Caleg PPP Jatim untuk semangat memenangkan PPP pada pemilu 2019 mendatang,”ujarnya

Terkait dengan survei LSI rendahnya survei elektabilitas PPP, Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy berpendapat bahwa, partainya ingin memenangkan Pemilu, bukan menjadi pemenang dalam deretan temuan lembaga survei. “Kita mau menang pemilu, bukan mau menang survei. Banyak, Parpol yang disurvei begitu tinggi, tapi saat pemilu hasilnya tidak seperti yang diramalkan,” ujar Romy saat didampingi oleh Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa Noer.

Pihaknya juga menyoal metodologi lembaga survei. Menurutnya, data temuan survei elektabilitas partai politik oleh sejumlah lembaga kerap meleset dari hasil Pemilu 2018.

Ia memberi contoh, bagaimana PPP diproyeksikan hanya meraih 2 persen suara saat Pemilu 2014. Namun kenyataannya, kata Gus Romy, PPP meraih suara pada angka 6 persen. “Kenapa?, karena memang, ada permasalahan metodologi. Semua partai menengah dan Islam selalu under represented, meraih perolehan lebih rendah dari potensi nyatanya. Kenapa demikian? Karena untuk mencapai murahnya survei, para lembaga survei menyederhanakan pengambilan sampel,” ujarnya.

Selain itu juga, Romy menegaskan setiap caleg PPP wajib memenangkan pasangan capres Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf). “Caleg harus memenangkan jokowi karena ini memang sudah termasuk keputusan partai, jadi seluruh caleg diinstruksikan memenangkan jokowi maruf,” ujar Romy.

Menurut Romy, bahwa setiap caleg PPP jangan mementingkan diri sendiri dengan hanya ingin menang sendiri, tanpa memperjuangkan capres dan memaksimalkan jumlah PPP itu sendiri pada Pemilu 2019.

“Sanksi bisa diberikan caleg jika lebih mementingkan dirinya, misalnya tidak fokus di pilpres. Titik tekannya, partai memenangkan caleg tersebut termaksud pilpres. Kewajiban memenangkan jokowi juga tidak bisa ditawar,” tegasnya. (aca)