Reses DPRD, Masyarakat Kediri Minta Pemerintah Buat Irigasi Baru Untuk Pertanian

44 views

SURABAYA (Suarakawan.com) -Para anggota DPRD Jatim kini sedang masa reses, untuk menjaring aspirasi dari masyarakat mulai tanggal 22 – 29 Nopember 2019. Dalam reses kali ini anggota DPRD Jawa Timur, Chusainuddin langsung melaksanakan jaring aspirasi masyarakat di dapilnya, yaitu Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri.

Dalam reses atau serap aspirasi ini ratusan warga kediri dan kota Kediri ini pun menyampaikan keluh kesahnya kepada Anggota DPRD Jatim, yaitu masalah kemarau yang panjang ini membuat sistem irigasi air untuk area pertanian di wilayah Kabupaten Kediri mulai kekeringan.

Anggota DPRD Jatim, Chusainuddin ditemui usai serap aspirasi di Kota Kediri, Senin (25/11) mengatakan saat reses di kabupaten kediri di desa bawang pihaknya menerima keluhan hampir sama yaitu irigasi atau kurangnya air saat musim kemarau panjang yang melanda Jatim tahun ini.“

Oleh karena itu baik pemerintah baik kabupaten atau Provinsi untuk mengataasi masalah tersebut dengan membuat irigasi baru, sehingga kekeringan di area persawahan di Kedirii bisa teratasi,”ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan para petani di kediri ini, untuk menyedot air di sumurnya saja sudah menggunakan alat mesin disel air agar air dari kedalaman sumur tersebut keluar lancar untuk mengairi persawahan mereka yang mulai kering. “Temuan irigasi air yang kurang untuk persawahan ini segera harus ditindak lanjuti oleh pemerintah. Pasalnya untuk menggunakan mesin disel air ini petani menyewa sekali mengeluarkan uang Rp.400 ribu. Dan apabila ini gagal kasihan petani pendapatan hasil panennya turun, maka itu harus segera disiasati oleh pemerintah,” ujarnya.

Terkait bentuk intervensi yang harus dilakukan oleh pemerintah baik provinsi dan kabupaten apa kepada petani untuk mengatasi kekeringan tersebut, ia mengatakan untuk mengatasi kekeringan tersebut pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan dinas pertanian bersama BPBD untuk menyediakan air darurat kepada petani tersebut.

Ia menambahkan, musim kemarau panjang yang membuat pertanian dan sumber air yang kurang ini telah terjadi diseluruh wilayah kediri. Hanya saat ini yang bagus untuk sumber airnya ini di daerah ngadiluwih kediri. “Untuk mencari air saja sekarang petani juga melakukan penggalian sumur bor hingga kedalaman 40 M dan droping air dari pemerintah dinilai belum cukup membantu petani tersebut, bahkan dari sungai berantas juga mulai kering,”jelasnya.
Ia juga menyampaikan temuan ini nanti akan juga disampaikan ke Gubernur Jatim melalui sidang paripurna agar segera ada tindaklanjut.

“Apalagi saat ini Gubernur Khofifah saat ini suka dengan data tidak hanya laporan saja. Dan gubernur Khofifah sudah menerima data dan laporan pihaknya akan langsung menindaklanjuti masalah kekeringan di Jatim,”pungkas Chusainuddin politisi asal fraksi PKB. (Aca)

Posting Terkait