Ratusan Guru Honorer K2 Pamekasan Demo Tuntut Diangkat Jadi PNS

Pamekasan (Suarakawan.com) –Ratusan guru honorer kategori 2 (K2) di Kabupaten Pamekasan menggelar aksi demonstrasi ke kantor Bupati Pamekasan dan kantor DPRD Pamekasan, Kamis (20/9/2018). Mereka menuntut agar segera diangkat sebagai PNS.

Koordinator aksi, Maskur mengatakan, pemerintah pusat saat ini membuka lowongan pengangkatan CPNS. Namun Honorer K2 tidak masuk dalam daftar yang akan diangkat. Bahkan Honorer K2 juga tertutup peluangnya untuk sama-sama mendaftar karena dibatasi usia 35 tahun.

“Kebijakan pemerintah sudah menutup peluang bagi tenaga honorer K2 untuk ikut mendaftar, karena persoalan usia yang dibatasi. Padahal, pengabdian mereka sudah melebihi dari cukup karena yang lebih dari 25 tahun,” kata Maskur.

Oleh sebab itu, para guru honorer K2 Pamekasan mendesak kepada Presiden Jokowi agar segera mengangkat jadi PNS tanpa syarat. Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian honorer K2 yang sudah cukup lama mengabdi.

Dalam aksi ini, perwakilan honorer K2 ditemui sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan di ruang pertemuan kantor Bupati Pamekasan. Mereka di antaranya, Pejabat Sekretaris Daerah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Wakil Ketua DPRD Pamekasan dan Ketua Komisi I DPRD Pamekasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, Moh Tarsun menyayangkan aksi demonstrasi para guru honorer itu karena mereka harus bolos mengajar. Seharusnya mereka mementingkan tugasnya. Kalaupun mereka mau aksi, mereka harus seijin pihak sekolah karena mereka bertugas mengajar di sekolah.

“Meskipun menyampaikan aspirasi di muka umum itu dilindungi hukum, para guru honorer tersebut tetap harus menjalankan tugasnya,” terang Moh Tarsun.

Tarsun menambahkan, jika harus menggelar aksi unjuk rasa, cukup perwakilan saja dan tidak semua honorer K2 ikut ke lapangan.(kcm/ziz)

Tag: