Posisinya Strategis, Presiden Jokowi Ingin Batam Bisa Dikembangkan Secara Maksimal

Presiden Jokowi berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla sebelum memimpin Ratas tentang Pengembangan Batam, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/12) siang. (Foto: JAY/Humas)

Presiden Jokowi berbincang dengan Wapres Jusuf Kalla sebelum memimpin Ratas tentang Pengembangan Batam, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/12) siang. (Foto: JAY/Humas)

Untuk kesekian kalinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memimpin Rapat Terbatas (Ratas) yang membahas tentang Pengembangan Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (12/12) siang.

Presiden mengingatkan, rapat yang membahas tentang percepatan pengembangan pembangunan di Batam dan sekitarnya sudah pernah dilakukan pada Desember 2015, Januari 2016, dan Maret 2017. “Sudah dirapatkan berkali-kali,” kata Presiden Jokowi.

Pemerintah, tegas Presiden, menginginkan Batam dan sekitarnya yang memiliki posisi strategis ini betul-betul bisa dikembangkan secara maksimal sehingga memiliki daya tarik yang bagus, memiliki daya tarik untuk kawasan ekonomi, dan daya tarik untuk investor.

Untuk itu, Presiden meminta Menko Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan perkembangan di Batam, proses transformasi dari free trade zone ke KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), juga urusan yang berkaitan dengan perizinan, kepastian hukum bagi investor, penyediaan infrastruktur, masalah pelabuhan, dan yang lain-lainnya.

Turut hadir dalam ratas kali ini di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, KSP Moeldoko, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Mendag Enggartiasto Lukita, Menpar Arief Yahya, Menkominfo Rudiantara, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menaker Hanif Dhakiri, Menkumham Yasonna Laoly, Menhub Budi Karya Sumadi, Kepala BKPM Thomas Lembong, Kepala BPKP Ardan Adiperdana, Wamenkeu Mardiasmo, Wamen ESDM Archandra Tahar, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, dan para eselon satu di lingkungan lembaga kepresidenan. (FID/EN/JAY/ES)

Related Post