PKB Jatim Tidak Ingin Usung Cawali Surabaya Seperti Risma

90 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Jawa Timur membocorkan syarat calon walikota Surabaya pada Pilkada 2020. PKB tidak ingin mengusung cawali seperti Walikota Surabaya, Tri Rismaharini karena selama dua periode memimpin belum maksimal menyentuh masyarakat pinggiran.

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar mengatakan, syarat utama cawali yang bakal diusungnya adalah asli orang Surabaya.Jika tidak, warga asli Surabaya akan termarjinalkan. Halim mencontohkan kawasan Rungkut yang berdiri perumahan elit. Dimana warga asli Rungkut justru tergusur dan harus pindah ke daerah pinggiran. “Kita lihat saja Rungkut. Sepuluh tahun lalu, lima belas tahun lalu, dua puluh tahun lalu, dengan hari ini. Kita melihat situasi bagaimana Rungkut lima belas tahun lalu dengan hari ini, kemana mereka yang asli,” ungkap Halim, di Surabaya, Jumat (5/7).

Halim menginginkan adanya walikota yang benar-benar melindungi warganya yang asli. Jika hal itu terus terjadi, warga asli Surabaya akan terpinggirkan. Padahal, warga asli adalah pemilik sejarah Kota Pahlawan. Maka diharapkan Surabaya tidak seperti Jakarta saat ini. “Kalau kita lihat Jakarta sekarang, di mana posisi orang Betawi? Di pojok-pojok kan. Kita lihat dipinggir Tanah Abang, ada orang Betawu,” ucapnya.

Ketua DPRD Jatim itu menyoroti pembangunan infrastruktur jalan di Surabaya yang dianggap solusi mengatasi kemacetan. Seperti frontage road sepanjang Jalan A Yani. Namun frontage road belum mampu mengurangi kemacetan Surabaya. “frontage itu produk lama yang muncul hari ini, bukan produk baru” ujarnya.

Halim menyebut ada sebagian pembangunan jalan yang memang dapat mengurai kemacetan. Seperti underpass di Jalan Mayjen Sungkono-HR Muhammad. Hanya saja under pass ini mengurai kemacetan bagi warga yang tinggal di kawasan elit. “Akses ke sana (kawasan elit) memang dipermudah. Karena jika akses mudah, maka naiklah nilai lahan aset di situ,” kata Halim.

Kakak kandung ketua umum PKB Muhaimin Iskandar itu berharap pengganti Risma lima tahun ke depan adalah yang memiliki visi pembangunan yang memanusiakan warganya, terutama warga asli Surabaya. “PKB tidak melihat orangnya, tapi visinya,” pungkasnya. (aca)

Posting Terkait