Pilkada Serentak 2020, PDIP Jatim Tetap Prioritaskan Kader Sendiri

SURABAYA (Suarakawan.com) – Jelang Pilkada serentak di 19 Kabupaten/Kota di Jatim yang digelar bulan September tahun 2020. Sejumlah parpol di Jatim mulai melakukan persiapan awal dengan melakukan pemetaan ke sejumlah tokoh lokal yang punya potensi maju dan berpeluang menang.

DPD PDIP Jatim sebagai parpol pemenang pemilu 2019 mengaku sudah diberikan target oleh DPP untuk bisa memenangkan minimal 60 persen Pilkada serentak 2020. Namun bukannya takabur atau sombong, jika mengacu hasil Pilkada serentak 2015 di 19 kab/kota, PDIP berhasil memenangkan 13 daerah. “Pilkada serentak 2015 lalu kita berhasil memenangkan di 13 daerah, makanya di pilkada serentak 2020 yang digelar di 19 kab/kota, paling tidak kita bisa mempertahankan kemenangan di 2015 lalu,” ujar Kusnadi ketua DPD PDIP Jatim yang baru terpilih kembali memimpin PDIP Jatim untuk 5 tahun kedepan.

Pertimbangan tersebut, lanjut Kusnadi juga menjadi bagian dari upaya pengurus DPD PDIP Jatim masa bhakti 2019-2024 untuk bisa terus meningkatkkan atau mempertahankan prestasi yang sudah dicapai pada periode sebelumnya. “Masak prestasi kita menurun, paling tidak bisa mempertahankan prestasi yang sudah pernah diraihlah,” dalih wakil ketua DPRD Jatim ini.

Ia mengaku di sejumlah cabang yang daerahnya akan menggelar Pilkada tahun 2020, sudah mulai berani memunculkan sejumlah nama yang dinilai layak untuk diusung PDIP maju di Pilkada. “Kita sudah mendorong cabang untuk melakukan pemetaan terhadap tokoh-tokoh baik itu dari internal maupun eksternal PDIP,” jelas politisi asal Sidoarjo ditemui di DPRD Jatim, Jumat (26/7).

PDIP Jatim, lanjut Kusnadi memang akan memprioritaskan kader internal yang akan diusung di Pilkada serentak. Namun jika ada calon dari eksternal yang memiliki visi sama dengan PDIP dan memiliki peluang besar menang, tentu pihaknya juga tidak akan mengabaikan begitu saja. “Pastinya kita juga akan melakukan survey sebelum memutuskan mendukung kader internal maupun eksternal PDIP. Dari mana uangnya, ya dari partai sebab partai masih memiliki sisa dana banpol sekitar Rp.2 miliar,” beber Kusnadi.

Khusus di Kota Surabaya, Kusnadi mengaku banyak mendapat laporan jika kader-kader internal PDIP ada yang menginginkan mengusung Whisnu Sakti Buana (Wawali Kota Surabaya), dan sebagian yang lain ingin mengusung Armudji (Ketua DPRD Kota Surabaya) hingga Mbak Puti Guntur Soekarno.

“Ya silahkan saja, bahkan mengusulkan tokoh profesional, birokrasi atau siapapun itu sah-sah saja yang penting bahwa mereka memiliki visi dan misi yang sama dengan PDIP. Nanti kan pasti kita akan mengukur yang mana yang lebih mempunyai prospek untuk menang,” pungkas Kusnadi. (aca)

Related Post