Pileg 2019, PDIP Berpotensi Ungguli PKB Di Jatim

445 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Pemenang pemilihan umum 2019 di Jatim berpeluang diraih PDI Perjuangan. Sebab berdasarkan hasil rekapituasi suara sementara yang masih bertahap di tingkat kecamatan (PPK), perolehan suara parpol besutan Megawati Soekarno Putri itu meningkat hingga 300 peren dibanding Pileg 2014 lalu.

Sebagaimana diketahui bersama, pada Pileg 2014 lalu PKB berhasil menjadi jawara di Jatim dengan perolehan kursi DPRD Jatim sebanyak 20 kursi. Sedangkan posisi kedua ditempati PDI Perjuangan dengan 19 kursi atau  hanya terpaut 1 kursi dari PKB.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari Bisowarno mengatakan bahwa PDI Perjuangan memang berpeluang besar menjadi pemenang Pileg 2019 di Jatim dan menggeser PKB. Bahkan berdasarkan estimasi dari laporan cabang-cabang perolehan suara sementara yang setara dengan perolehan kursi DPRD Jatim berkisar antara 24-29 kursi.

“Insya Allah PDI Perjuangan akan menjadi pemenang di Jatim dengan prosentase perolehan kisaran 24-28 persen kursi yang tersedia di DPRD Jatim,” ujar ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim saat dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (25/4).

Estimasi awal, lanjut Sri Untari di dapil 1 Surabaya PDI Perjuangan mendapat 3 kursi. Dapil 2 Sidoarjo mendapat 1 kursi, dapil 3 kab/kota Pasuruan dan kab/kota Probolinggo 2 kursi, dapil 4 Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo 2 kursi, dapil 5 Lumajang dan Jember 2 kursi, dapil 6 Kab/Kota Malang dan Kota Batu 4 kursi, dapil 7 Tulungagung, dan Kab/Kota Blitar 3 kursi.

Kemudian dapil 8 Kab/Kota Kediri dapat 1-2 kursi, dapil 9 Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan dan Ngawi dapat 2-3 kursi, dapil 10 Kab/Kota Mojokerto, dan Jombang 2 kursi, dapil 11 Kab/Kota Madiun dan Nganjuk  2 kursi, dapil 12 Bojonegoro dan Tuban dapat 2 kursi, dapil 13 Lamongan dan Gresik 2 kursi dan dapil 14 Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan dapat 1 kursi.

“Ada 18 Kabupaten dan Kota di Jatim yang pada pemilu 2014 PDI Perjuangan menguasai dan pada pemilu 2019 ini hanya Kabupaten Mojokerto yang kalah dan turun ke peringkat kedua,” ungkap Sri Untari.

Ia juga menjelaskan para caleg PDI Perjuangan yang terpilih menjadi anggota DPRD Jatim periode 2019-2024 mendatang diprediksi separoh diantara merupakan wajah-wajah baru. “Caleg petahana Isya Allah terpilih kembali, tapi wajah-wajah baru itu seluruhnya pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim sehinga dari sisi kapasitas tak perlu diragukan,” tambah politisi berkerudung ini.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengatakan PKB berpotensi besar akan digeser PDI Perjuangan sebagai pemenang Pileg 2019 di Jatim. Sebab berdasarkan hasil pengamatan suara PDI Perjuangan mengalami kenaikan hingga 300 persen dibandig Pileg 2014.

“Estimasi saya, PDI Perjuangan berhasil menang di 8 dapil meliputi dapil 1, 4, 5, 6,7, 8, 9, dan 11. Sedangkan perolehan kursi yang didapat diperkirakan bisa tembus 34 kursi dari 120 kursi yang tersedia di DPRD Jatim,” jelas Dekan FISIB UTM ini.

Sementara PKB yang menjadi pemenang Pileg 2014 di Jatim, lanjut Surokim diperkirakan hanya menang di 5 dapil yakni dapil 2, 3, 10, 12 dan 13.  Sedangkan dapil 14 Madura Raya diperkirakan akan dimenangkan Partai Gerindra.

Menurut Sukokim, kemenangan PDI Perjuangan di Jatim dipengaruhi banyak faktor. Diantaranya, coattail effect dari Pilpres karena secara psikis PDI Perjuangan adalah pengusung utama Capres Jokowi. Kemudian soliditas partai melalui struktur dari DPD hingga tingkat ranting yang terkonsolidasi dengan baik. Dan perubahan sistem penghitungan suara dengan sainte lague yang jelas menguntungkan parpol pemenang dan parpol besar.

“Saya lihat caleg perempuan dari PDI Perjuangan juga banyak membuat kejutan dan bekerja keras sehingga bukan hanya menjadi caleg pelengkap sehingga perolehan caleg-caleg juga hampir merata,” dalih peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC).

Sebaiknya, lanjut Surokim PKB sebagai juara bertahan di Jatim ternyata tidak terlalu berlaku number effect sehingga kurang mendapatkan coattail effect dari paslon 01 di Pilpres. Perbedaan perolehan suara antar caleg juga terlalu jauh sehingga hanya didominasi caleg dengan nomor urut 1 dan 2 saja atau tingkat fighter (kerja keras) caleg tidak solid.

Di sisi lain, beberapa dapil di wilayah Mataraman yang menjadi basis tradisiona PDI Perjuangan mengalami kenaikan luar biasa hingga 300 persen sehingga PKB sulit menembus. “PKB juga gagal mendapatkan limpahan suara pemiih PPP, sehingga perolehan suara dan kursi DPRD Jatim kenaikannya tidak signifikan,” beber  Surokim.

Selain PDI Perjuangann, parpol yang mengalami peningkatan perolehan suara dan kursi yang cukup signifikan di Jatim, kata Surokim adalah PKS. Alasannya, PKS berhasil mendapatkan coattil effect dari paslon 02 Prabowo-Sandi di Pilpres. Sedangkan Partai Gerindra tak jauh beda dengan yang dialami PKB.

“Prediksi saya parpol yang memenangkan pileg di Jatim secara berurutan adalah PDI Perjuangan (34 kursi), PKB (28 kursi), Gerindra (16 kursi), Partai Golkar (12 kursi), Demokrat (9 kursi), PKS (7 kursi), PAN (4 kursi), PPP (4 kursi), NasDem (4 kursi) dan Hanura (2 kursi),” pungkas Surokim Abdussalam. (aca)

Posting Terkait