Pertama Kalinya, Jatim Cettar Berkibar Di Puncak Mahameru

129 views

SURABAYA (Suarakawan.com) – Di tengah suhu udara minus 2 derajat celcius, Tim Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Timur, Sabtu (3/08) akhirnya berhasil mengibarkan bendera Jawa Timur CETTAR di Puncak Gunung Semeru (Mahameru) dengan ketinggian 3.676 Mdpl (meter di atas permukaan laut).

Kerasnya hembusan angin yang menambah dingin suhu udara tidak menyurutkan langkah personel tim Bapenda Jatim untuk mengibarkan bendera yang menjadi ikon program Gubernur Jawa Timur ini. Ekspedisi ini khusus dilakukan Bapenda Provinsi Jawa Timur atas ide dan dukungan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Dalam ekspedisi tersebut, Sang Saka Merah Putih, lambang Jer Basuki Mawa Beya dan logo Jatim Cettar dikibarkan secara bersamaan di atas puncak Mahameru.

Hal ini menjadi penanda, tingginya semangat nasionalisme masyarakat Jawa Timur sekaligus tingginya semangat CETTAR (Cepat, Efektif, Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif) Pemprov Jatim dalam memberikan layanan bagi masyarakat.

Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono saat memberangkatkan tim ekspedisi Mahameru Bapenda Jatim di Malang pada Kamis (1/8) lalu mengatakan, semangat nasionalisme harus terus terpupuk sebagai bagian dari rasa memiliki NKRI. “Dan, ini juga merupakan simbol dari semangat kinerja Pemprov Jatim yang CETTAR sesuai arahan Ibu Gubernur,” katanya.

Kepala Bapenda Provinsi Jatim, Boedi Prijo Soeprajitno menegaskan, Bapenda Jatim untuk Jawa Timur CETTAR. Ekspedisi ini membawa tiga rangkaian penting sekaligus yaitu HUT RI ke-74, HUT Provinsi Jatim ke-74 dan HUT Bapenda Jatim ke-57.

“Secara khusus dipilihnya Puncak Semeru dipilih sebagai tempat mengibarkan bendera Jatim CETTAR ini, karena Gunung Semeru terdapat dalam logo Provinsi Jawa Timur,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/8).

Dalam misi ini, Bapenda Jatim juga melakukan bakti sosial penanaman 1000 bibit cemara gunung di Danau Desa Ranu Pane.

Boedi Prijo mengungkapkan, misi ini juga merupakan bagian dari menggelorakan semangat Nawa Bhakti Satya agar sampai di seluruh wilayah Jatim. “Jadi tidak hanya di perkotaan, Nawa Bhakti Satya juga harus terdengar di pedesaan hingga pegunungan,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, kegiatan ini berawal dari ide Gubernur Jawa Timur saat pencanangan Hari Lingkungan Hidup di Probolinggo beberapa waktu yang lalu. Selain itu, juga karena kepedulian Bapenda Jatim atas kondisi lingkungan hidup saat ini.

“Kita melihat bencana alam, ada hutan yang terbakar, membuat Ibu Gubernur prihatin. Sehingga, penanaman pohon menjadi satu keharusan sebagai satu langkah reboisasi. ASN Bapenda Jatim hadir untuk mendukung kebijakan Gubernur itu,” jelasnya.

Kegiatan penanaman pohon cemara gunung ini mendapat sambutan baik dari masyarakat sekitar desa Ranu Pane.

Sosion Kayo, Kepala Resort Ranu Pane Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyampaikan kegiatan yang dilakukan Bapenda Jatim ini tidak saja sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, namun juga bagi seluruh wisatawan dan pengunjung di Semeru.

Pohon cemara gunung ini merupakan tanaman endemik, yang sangat dibutuhkan untuk penyerapan air dan menahan tanah agar tidak longsor, karena dalam satu tahun terakhir, banyak sekali pepohonan yang roboh”, kata Sosion Kayo.

Pohon cemara gunung yang ditanam setinggi satu meter ini, dalam waktu 5 tahun akan segera membesar, sehingga bisa menahan tanah longsor dan mendukung penyerapan air di sekitar Ranu Pane. Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan sosialisasi sadar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), bakti sosial dengan memberikan bantuan kepada fakir miskin, yayasan yatim piatu dan Pondok Pesantren. (aca)

Posting Terkait