Perhiasan Emas Fatin Senilai Rp. 20 Juta Raib, Polsek Wonocolo Tangkap Dua Pelaku Gendam

Polrestabes Surabaya (15/12/2018) : Setelah melakukan aksi tipu gelap dan bersembunyi selama hampir tiga bulan, sepasang kakek dan nenek akhirnya tertangkap Unit Reskrim Polsek Wonocolo, Rabu, (12/12).

Kakek nenek yang saat ini sudah mendekam di tahanan Polsek Wonocolo itu adalah Bambang Martono, (59), warga Jl. Sawahan Baru, Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Surabaya; dan Turiati Sani, (58), asal Jl. Sawahan Besar, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Semarang.

Baca juga :

>> NGEMPLANG UANG PERUSAHAAN SEORANG SALES AKHIRNYA TIDUR DI RUANG TAHANAN POLSEK SUKOMANUNGGAL

Bermodal ilmu gendam, Bambang dan Sani mencari sasaran dengan mendatangi dan menggiring pasien yang hendak berobat di Rumah Sakit Islam, Jl. Jemursari, Surabaya. Dalam melancarkan aksinya, pasutri lanjut usia ini membagi tugas.

Bambang dan Sani, pelaku gendam saat diamankan di Polsek Wonocolo.

“Tersangka nenek bertugas mencari pasien yang hendak berobat, sedangkan si kakek bertugas melakukan ritual,” ujar Kapolsek Wonocolo Kompol Budi Nurtjahjo, Sabtu, (15/12).

Terungkapnya kasus tipu gelap dengan modus gendam ini, diungkapkan Budi Nurtjahjo bermula dari laporan seorang korban bernama Elmu Fatin, (61), warga Jl. Semolowaru Selatan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

Saat itu, yakni pada hari Selasa, 02 Oktober 2018 sekitar pukul 11.00 WIB, saat Fatin datang ke RSI Jemursari untuk berobat, Fatin bertemu dengan Sani. Dari pertemuan inilah yang kemudian oleh Sani, Fatin ditanyakan perihal sakitnya.

“Setelah diberitahukan perihal penyakit yang dialami oleh korban, pelaku kemudian merayu korban untuk berobat kepada suaminya yang dikatakan oleh pelaku sebagai orang pintar yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit,” ungkap Budi Nurtjahjo.

Fatin yang sudah terpedaya pun mempercayai rayuan Sani. Selanjutnya Sani membawa Fatin kepada Bambang suaminya yang sudah menunggu istri dan calon korbannya itu di musholla dekat RSI Jemursari. Ketiganya pun bertemu di musholla tersebut.

Setelah ketiganya bertemu, Bambang pun mulai melancarkan aksinya. Bambang menggendam Fatin hingga tak sadarkan diri. Ketika Fatin tak sadarkan diri inilah yang dimanfaatkan oleh Sani untuk menjarah seluruh perhiasan yang dikenakan oleh Fatin.

“Saat korban tak sadar, kedua pelaku juga memberikan sebuah bungkusan dan mengatakan agar tidak membukanya kecuali nanti jika sudah sampai di rumah,” terang Budi Nurtjahjo.

Setelah sampai di rumah, Fatin baru sadar bahwa perhiasannya yang bernilai total Rp. 20 juta telah raib, dan bungkusan yang diperolehnya dari Bambang dan Sani hanya berisi batu. Fatin pun bergegas melaporkan apa yang dialaminya ke Polsek Wonocolo.

Unit Reskrim Polsek Wonocolo pun segera melakukan penyelidikan. Namun sayangnya, kedua pelaku tak ditemukan di lokasi. Selanjutnya, dari hasil kerja sama dengan pihak keamanan RSI Jemursari, pelaku Bambang dan Sani kembali menampakkan diri di RSI Jemursari untuk kembali mencari korban.

“Anggota pun segera melakukan penyergapan terhadap kedua pelaku dan membawanya ke Polsek Wonocolo untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Budi.***rh

Laporan : Kasi Humas Polsek Wonocolo.

Editor : Saiful.

Polrestabes Surabaya Surabaya

Related Post