Penyerangan Ponpes An-Nidhomiyyah Tuban, 1 Tewas, 1 Luka

Tuban (Suarakawan.com) – Pondok pesantren (Ponpes) An-Nidhomiyyah yang berada di Kelurahan Sidorejo, Tuban diserang oleh pria bergolok. Akibat penyerangan ini, satu orang tamu Ponpes bernama Nurhaji mengalami luka sayat di bagian lututnya.

Pria bergolok yang kemudian diketahui bernama Afdolin (32) ini menyerang Nurhaji dan langsung mengenai lutut kanannya. Kejadian ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, tadi malam.

“Pelaku langsung menyerang tamu pengasuh pondok yang bernama Nurhaji menggunakan senjata tajam mengenai lutut kanan,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kamis (13/9/2018).

Barung menambahkan, 2 bulan lalu pelaku meminta pekerjaan ke pengurus pondok dan diberi pekerjaan membersihkan pondok selama dua bulan.

Namun, pelaku akhirnya dipulangkan lantaran diketahui tanpa sebab memukul santri. Hal ini lantas membuat para santri merasa resah dan terancam keselamatannya. Sehingga pengasuh pondok memilih jalan memulangkan pelaku kepada keluarganya.

“Dia dipulangkan dari pondok karena awalnya memukul santri tanpa sebab,” lanjut Barung.

Setelah beberapa hari usai dipulangkan, pelaku kembali ke pondok dengan mengamuk sembari membawa golok. Hal ini membuat para santri ketakutan. Sebelumnya, di pintu gerbang dia sempat dihadang oleh santri. Namun akhirnya dia kemudian berlari dan menuju samping lalu memanjat pagar belakang pondok.

“Akhirnya para santri pun berlarian keluar mengamankan diri. Di pondok tinggal pengasuh pondok, dua orang tamu dan pelaku,” imbuhnya.

Setelah dicegah, pelaku akhirnya melukai satu orang tamu. Melihat hal ini, salah satu pengawas pondok langsung mengambil tongkat khutbah untuk menyelamatkan korban dengan cara memukul pelaku di punggungnya.

Setelah itu, para santri akhirnya menelepon polisi hingga akhirnya perwira pengawas (Pawas) dan 10 orang anggota polisi langsung datang ke lokasi. Sesampainya di lokasi, polisi mulai mendekati pelaku. Namun pelaku langsung berteriak dan dalam keadaan mengamuk langsung turun dan mengejar petugas dengan senjata tajamnya.

Mencegah terjadinya hal lain, akhirnya polisi memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Namun pelaku masih saja terus menyerang polisi hingga posisi polisi tersebut jatuh dengan jarak setengah meter dari pelaku.

Mengetahui rekannya terancam, akhirnya petugas pun mengambil tindakan tegas dengan menembak pelaku hingga tewas.(dtc/ziz)