Penumpang Tewas Dijambret, Driver Ojol Terapkan Aturan Tegas

JAKARTA (suarakawan.com) – Tewasnya Warsilah (31), penumpang ojek online (ojol) usai dijambret di Jalan A Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (1/7/2018) lalu, tidak dapat ditolerir. Sejumlah ketentuan pun bakal diterapkan pengemudi ojek online kepada penumpangnya.

Mukhlis (38), anggota ojek online asal Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat menyebutkan, terdapat beberapa poin yang menjadi catatan agar aman berkendara di jalan.

Hal pertama antara lain memastikan kunci tali pengikat helm terpasang dengan baik. Sehingga apabila terjadi kecelakaan, kepala penumpang tetap dapat terlindungi.

“Sebelumnya kan kita cuma kasih helm, terus jalan. Nah, mulai hari ini kita minta kunci helm dipasang, kalau enggak dipasang bener, kita diminta jangan jalan,” ungkapnya.

Namun kenyataannya, banyak penumpang, khususnya kaum perempuan, mengabaikan keselamatan. Mereka, kata Mukhlis, lebih memilih rambut atau jilbabnya tetap cantik dibanding keamanan.

“Mulai sekarang itu enggak ada lagi, harus dipake (helm),” tegasnya.

Rahmat (29), rekan Mukhlis, menambahkan imbauan lainnya terkait keamanan di jalan, yakni meminta penumpang menaruh tas di tengah dan melarang menggunakan ponsel sepanjang perjalanan.

Imbauan itu, katanya, bukan hanya menghindari adanya kejahatan serupa, tetapi bertujuan agar sepeda motor dapat bergerak seimbang.

“Kadang kalau penumpangnya main hp (ponsel) itu kita bawa motor enggak seimbang. Makanya mulai sekarang juga diminta sama semua supaya penumpang bisa disiplin. Bukan buat siapa-siapa, buat kita semua,” paparnya.

Sebelumnya, aksi penjambretan menimpa Warsilah (31), penumpang ojek online saat melintasi di Jalan A Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (1/7/2018) pukul 08.40 WIB.

Warga Jalan Kebon Nanas Utara RT 11/04 Cipinang Cimpedak, Jatinegara, Jakarta Timur itu terlempar dari sepeda motor usai aksi tarik menarik singkat dengan pelaku kejahatan.

Warsilah segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) guna mendapatkan perawatan. Namun, lantaran terluka parah pada bagian kepala, nyawa Warsilah tidak dapat diselamatkan. (warta/rur)