Penggerebekan Teroris Sibolga, Istri Tewas Meledakkan Diri, 3 Ditangkap

Jakarta (Suarakawan.com) – Sebuah tragedi menyertai aksi penggerebekan kelompok teroris di Sibolga, Sumatera Utara, dini hari tadi. Ketika proses penggerebekan berlangsung, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah tewas meledakkan diri.

“Info dari lapangan, istri meledakkan diri sekitar pukul 02.00 WIB,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Rabu (13/9/2019).

Dedi menyebut, polisi tengah melakukan sterilisasi. Olah TKP juga dilakukan.

“Saat ini tim sedang laksanakan sterilisasi. Olah TKP dan evakuasi terduga pelaku peledakan (istri dan anak),” sebut Dedi.

Dini hari tadi, ledakan terdengar hingga dua kali di rumah terduga teroris Abu Hamzah. TKP yang beralamat di Gang Sekuntum, Sibolga, Sumut, itu sempat dipenuhi asap.

Kapolres Sibolga, AKBP Edwin Hariandja membenarkan peristiwa ledakan tersebut.

“Iya (ada ledakan), sebentar ya,” ujar Edwin.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian membeberkan, Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri sudah mengamankan 3 terduga teroris dari Kota Sibolga pada Selasa (12/3/2019). Para pelaku menurutnya adalah pendukung gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“Sudah tiga terduga diamankan. Mereka berafiliasi ke ISIS. Kelompok ini sudah dijajaki densus, makanya penangkapan awal dilakukan di Lampung,” kata Tito, usai bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, di Jalan Pelajar Timur, Medan, Selasa malam.

Sebelum menangkap ketiga pelaku, Tito mengatakan, Densus 88 terlebih dahulu meringkus RIN alias PS (23) di Kelurahan Panengahan, Kedaton, Bandar Lampung pada Sabtu (9/3/2019). Saat ditangkap, ditemukan sejumlah benda mencurigakan yang diduga peralatan untuk membuat bom rakitan. Semua barang bukti tersebut sudah disita tim penjinak bahan peledak (Jihandak).

“Dari keterangan RIN inilah, tim bergerak ke Sibolga. Densus bergerak ke Jalan Cendrawasih, Sibolga. Saat masuk ke dalam rumah, pelaku rupanya sudah bersiap, sebuah bom meledak yang melukai seorang petugas,” ungkap dia.

Tim kembali melakukan pengembangan hingga berbuah penangkapan dua terduga lain yang diamankan di kawasan Kota Sibolga juga. Identitas pelaku dan lokasi penangkapan, belum dijelaskannya. Sampai sekarang, pihaknya masih melakukan negosiasi. Istri pelaku yang berada di Jalan Cendrawasih belum juga mau menyerah. Dia tetap bertahan bersama ketiga anaknya.

“Ketika anggota akan masuk, suaminya memberitahu kalau di rumah itu ada bom. Negosiasinya alot, kami berharap istri terduga keluar untuk berdialog. Kami bisa selamatkan, anaknya dalam keadaan baik. Kami sudah siap dengan berbagai risiko,” tegas dia.

Ditanya apakah kejadian ini ada hubungannya dengan Pilpres 2019 mendatang, Tito membantahnya.

“Pemilu jalan terus, tugas kami bekerja menagani dan menetralisisr pemikiran mereka yang keras dan radikal,” kata Tito.(dtc/kcm/ziz)

teroris

Related Post