
Sport-SUARAKAWAN.COM: Pecatur muda asal Sleman, Shafira Devi Herfesa, mencatat sejarah baru setelah menjuarai kategori putri Asian Zone 3.3 Chess Championship 2025 di Mongolia. Di usia belum genap 17 tahun dan datang tanpa gelar serta dengan Elo rating terendah (1983), Shafira sukses menumbangkan dua Woman Grand Master dan mengantongi gelar Woman International Master (WIM). Kemenangan ini juga mengantarnya ke Piala Dunia Catur 2025 di Batumi, Georgia.
Perjalanan Shafira tak terlepas dari dukungan keluarga dan ketekunannya sejak dini. Dikenalkan pada catur sejak usia tiga tahun oleh sang ayah, ia mulai ikut kompetisi sejak umur delapan tahun dan terus berkembang. Prestasinya mencakup medali emas Porda DIY 2022, juara nasional U-19, dan tampil di berbagai turnamen luar negeri. Kemenangannya atas dua WGM di Mongolia membuktikan kemampuan dan ketenangan bermain yang luar biasa di usianya yang masih belia.
Kini, Shafira fokus menjalani pelatnas di Bekasi bersama GM Susanto Megaranto dan IM Tirta Chandra sebagai persiapan menuju Piala Dunia. Dengan Elo rating yang kini menyentuh 2167, Shafira berpeluang menyusul Irene Sukandar, Medina Warda Aulia, dan Dewi Citra sebagai pecatur putri Indonesia yang meraih gelar Woman Grand Master. Target besarnya? Segera menembus batas 2300 dan membawa nama Indonesia di level catur dunia. (red)

