PDIP Prioritaskan Kader Internal Di Pilwali Surabaya

SURABAYA (Suarakawan.com) – Kendati pemilihan daerah (Pilkada) serentak baru akan dilaksanakan di 19 kabupaten/kota di Jawa Timur tahun 2020. Namun PDI Perjuangan dalam waktu dekat sudah akan melakukan penjaringan bakal calon kepada daerah dan calon wakil kepala daerah khususnya di daerah yang selama ini menjadi basis suara PDI Perjuangan.

Ketua Bappilu DPP PDI Perjuangan, Bambang Dwi Hartono mengatakan sesuai mekanisme partai, setahun sebelum pelaksanaan Pilkada, struktur organisasi harus segera melakukan penjaringan bakal calon. “Karena pelaksanaannya pada September 2020, maka September 2019 ini harusnya segera dilaksanakan penjaringan,” ujar Bambang saat di DPRD Jatim, Rabu (12/6).

Ia berharap DPC-DPC kabupaten/kota juga juga sudah bisa memulai penjaringan lebih awal untuk urusan administrasi seperti ijasah dan lain sebagainya. “Masak urusan verifikasi ijasah yang menyaring harus DPP, khan cukup DPC atau DPD,” dalih anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini.

Untuk usulan ke DPP, lanjut Bambang biasanya menyangkut nama-nama bakal calon yang hendak dimintakan penetapan. “Biasanya kalau sudah mengerucut dua atau tiga nama, baru dimintakan penetapan ke DPP PDI Perjuangan,” imbuhnya.

Ditegaskan Bambang DH, rekrutmen atau penjaringan bakal calon kepala daerah bersifat terbuka, baik dari internal atau eksternal kader. Artinya, siapa saja bisa mengikuti penjaringan. Namun berdasarkan pengalaman dan hasil survey, calon dari eksternal partai biasanya memiliki problematika yang cukup tinggi dalam hal perhatian terhadap komitmen membesarkan partai.

“Kalau menyangkut keterpilihan itu mengacu hasil survey tapi biasanya calon dari eksternal itu kalau sudah jadi lupa dengan komitmen kerakyatan maupun komitmen membesarkan partai yang telah mengusungya. Makanya calon eksternal akan diperketat persyaratannya,” ungkap mantan Wali Kota Surabaya ini.

Bahkan dalam Kongres PDI Perjuangan yang lalu, peserta Kongres juga mendesak kepada DPP agar dalam menghadapi Pilkada supaya lebih memprioritaskan kader sendiri dibanding dari luar untuk diusung maju sebagai calon. Sebab partai kurang mendapatkan manfaat, padahal partai politik memiliki tugas mendidik, merekrut dan mendistribusikan calon pemimpin.

Khusus menghadapi Pilwali Kota Surabaya, kata Bambang banyak kader PDI Perjuangan yang layak dan memenuhi syarat untuk menjadi calon. Tapi pihakya akan membiarkan proses seleksi alami yang muncul dari struktural karena DPP tak mau mempersempit ruang gerak kader. “Semakin banyak kader yang mencalonkan kita tentu semakin senang, karena kompetisinya makin ketat sehingga kualitasnya makin baik,” dalih Bambang.

Begitu juga soal munculnya nama Eri Cahyadi birokrat yang digadang-gadang meneruskan kepemimpinan Walikota Tri Rismaharini dan sudah konsultasi dengan DPP PDI Perjuangan. Dengan diplomatis Bambang menyatakan belum mendengar. “Kita belum tahu apakah dia diusulkan struktur atau tidak, jangan-jangan dia sendiri. Mekanismenya jelas dari penjaringan kemudian diusulkan struktur kemudian disaring pada proses berikutya,” ungkap Bambang DH.

Ia mengakui hasil Pileg dan Pilpres tidak pararel dengan hasil Pilkada serentak yang berlangsung mulai tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018 karena Pilkada serentak lebih banyak ditentukan oleh skill individu calon bukan mesin partai. “Yang jelas kita ingin merebut sebanyak-banyaknya kepada daerah di Jatim sehingga secara teritorial bisa menguasai sehingga diharapkan bisa mendukung pemilu tahun 2024 mendatang,” pungkas politisi murah senyum ini. (aca)

Related Post