PDIP Luncurkan Tagline dan Atribut Baru Untuk Kaum Milenial

Jakarta (Suarakawan.com) – PDI Perjuangan terus memanasi mesinnya untuk memenangi pertarungan Pemilu serentak 2019. Kali ini, PDIP meluncurkan tagline dan atribut baru. Tagline dan atribut baru ini dikhususkan untuk menyasar kaum muda milenial Indonesia.

“Pada hari ini, sebagai bentuk kesiapan memasuki tahap kampanye dan terobosan di dalam melakukan kreativitas politik, politik dengan fun, kegembiraan politik namun kental atas tradisi kebudayaan, maka PDI-P meluncurkan tagline dan atribut partai yang ditujukan untuk kaum muda, kaum milenial,” kata Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Kamis (20/9/2018).

Menurut Hasto, PDIP memang selalu menampilkan terobosan baru di dunia politik. Selain dikenal sebagai partai dengan sekolah partai, sekolah kader dan sekolah bagi kepala daerah, PDIP juga tercatat menjadi satu-satunya parpol di Asean yang menerima penghargaan kualitas manajemen mutu ISO-9001:2015.

Terkait tagline serta atribut baru PDIP ini, Hasto masih merahasiakannya. Keduanya akan diluncurkan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada pukul 13.30 WIB nanti di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat.

Meski demikian, Hasto mengatakan, tagline dan atribut baru partainya ini didesain dengan alam rasa kaum milenial dan dikerjakan melalui kreativitas yang tinggi.

“Ibu Megawati menaruh perhatian yang begitu besar terhadap kaum muda. Kami diajarkan berpolitik yang berkebudayaan dan penuh warna ke-Indonesia-an. Sebab, generasi muda Indonesia adalah masa depan Indonesia,” ujar Hasto.

Hasto sekaligus menyinggung bahwa dicalonkannya kembali Joko Widodo didampingi Kiai Haji Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang juga bagian dari semangat PDI-P menggelorakan karya-karya kaum muda Indonesia.

“Demikian halnya Kiai Ma’ruf Amin, berkomitmen agar kepemimpinan pasca 2024 adalah kepemimpinannya kaum milenial. Dengan demikian, perpaduan Jokowi-Ma’ruf Amin adalah kepemimpinan transisional untuk masa depan Indonesia di mana ke depan tidak boleh lagi ada persoalan terkait Pancasila, NKRI dan kebinekaan,” ujar Hasto.(kcm/ziz)