Pasca Bom di Surabaya, Satria Jatim Siap Bantu Pengamanan Jika Dibutuhkan

SURABAYA (suarakawan.com) – PD Satria Jatim mengeluarkan lima sikap terkait peristiws aksi bom bunuh diri di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya. Diantaranya sikap tersebut adalah mengutuk keras peristiwa pengeboman yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

Ketua Satria Jatim, Abdul Halim yang didampingi Sekretaris Satria Jatim, Aufa Zhafiri menegaskan menyikapi peristiwa pengeboman pada Minggiu (13/5) di tiga gereja dan Mapolrestabes sungguh peristiwa terkutuk dan biadab sehingga mengakibatkan 18 meninggal dunia dan 43 luka-luka.

“Untuk itu kami Satria Jatim yang juga dihadiri Satria Kota Surabaya dan Sidoarjo mengeluarkan pernyataan sikap. Diantaranya ikut berbela sungkawa, mengahak seluruh wargs untuk tetap bersatu dan tidak bercerai berai karena peristiwa yang terjadi saat ini. Selain mengajak kepada kita semua tetap waspada dan belajar dari peristisa tersebut,” lanjut politikus asal Partai Gerindra ini, Senin (14/5).

Dan yang terpenting, tambahnya, mengajak kita semua khususnya aparat pemerintah di tingkat yang paling bawah baik RT atau RW untuk lebih mengenal dan dekat dengan warga yang berada di lingkungannya.

Sementara itu, Sekretaris Satria Jatim, Aufa Zhafiri menegaskan jika nantinya aparat kepolisian mrminta Satria untuk membantu pengamanan pihaknya siap. Termasuk untuk mendampingi masyarakat yang trauma atau ketakutan dengan peristiwa yang terjadi saat ini.

“Yang pasti kami siap membantu aparat, apakah untuk pengamanan atau mendampingi masyarakat yang ketakutan atah trauma atas peristiwa ini,” tegas pria yang juga anggota Komisi C DPRD Jatim ini. (aca/rur)