PAN Jatim Usulkan Zulhas Bentuk Poros Baru Pilpres 2019

SURABAYA (Suarakawan.com) – Kendati jadwal Rakernas DPP Partai Amanat Nasional (PAN) ditunda paling lambat 10 Agustus mendatang. Namun DPW PAN se Indonesia diwajibkan mengirimkan rekomendasi paling lambat hari ini, Senin (6/8) termasuk DPW PAN Jatim.

Bendahara DPW PAN Jatim Agus Maimun mengatakan bahwa pembahasan utama Rakernas adalah menyangkut sikap politik partai berlambang Matahari Terbit dalam menghadapi pemilihan presiden tahun 2019.

Setelah mencermati konstelasi politik di tingkat nasional dan masukan dari kabupaten/kota se Jatim, kata Agus DPW PAN Jatim akhirnya merekomendasikan tiga hal ke DPP PAN. Pertama, merekomendasikan kepada ketum DPP PAN Zulkifli Hasan ikut dalam bursa Pilpres 2019 baik sebagai Capres maupun Cawapres.

“Karena itu PAN Jatim mendorong supaya PAN mewacanakan munculnya poros baru di Pilpres mendatang. Sebab peta politik masih cukup cair baik parpol-parpol koalisi pendukung Jokowi maupun pendukung Prabowo,” terang anggota Komisi B DPRD Jatim saat ditemui di kantor DPRD Jatim Selasa (7/8).

Rekomendasi kedua, lanjut Agus yakni menginginkan DPP PAN tidak ikut koalisi parpol pendukung Capres petahana Jokowi. Pasalnya, kinerja pemerintahan Jokowi-JK dinilai kurang berhasil dalam menangani masalah kemiskinan dan memajukan perekonomian Indonesia. “Aspirasi dari daerah-daerah menginginkan PAN tak masuk dalam koalisi parpol pendukung Jokowi,” tegas ketua FPAN DPRD Jatim.

Rekomendasi yang terakhir atau ketiga, tambah Agus Maimun yakni menyerahkan sepenuhnya koalisi PAN di Pilpres 2019 pada DPP PAN. “Surat rekomendasi itu sudah disampaikan ke DPP hari ini ditandatangani Ketua dan Sekretaris DPW PAN Jatim,” tambahnya.

Keinginan PAN Jatim ini belum tentu sama dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia. Tapi jika melihat konstelasi politik di tingkat pusat dimana PKB ngotot bahkan melalui PBNU mendesak supaya Jokowi menggandeng Cak Imin sebagai Cawapres di Pilpres mendatang.

Sebaliknya di kubu parpol koalisi pendukung Prabowo, Partai Demokrat terlihat ngotot ingin memasangkan Prabowo dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai konpensasi masuk koalisi. Akibatnya, PKS sebagai partner utama Gerindra merasa dikhianati, padahal ijtimak dai dan ulama merekomendasikan Prabowo menggandeng Ustadz Abdus Shomad dan Habib Salim Al Jufri ketua Majelis Syariah DPP PKS.

“Lebih baik PAN wait and see sambil terus berusaha menawarkan Pak Zulhas sebagai calon alternatif dan meninisiasi terbentuknya poros baru di Pilpres mendatang,” pungkas Bacaleg DPR RI PAN dari Dapil Tuban-Bojonegoro. (aca)