PAN di Ambang Perpecahan, 3 Elite Hengkang

Tidak ada komentar 135 views

Jakarta (Suarakawan.com) – Partai Amanat Nasional (PAN) diguncang badai perpecahan. Satu per satu para elite hengkang dari struktur kepengurusan. Setelah Bendahara Umum (Bendum) PAN, Nasrullah mundur, kini muncul 2 elite PAN yang menyatakan mundur. Mereka adalah Agung Mozin dan Putra Jaya Husin.

“Ada beberapa. Ada bendum, saya juga, ada Putra Jaya Husin, sekretaris Dewan Kehormatan,” kata Agung Mozin, Kamis (27/12/2018).

Agung mundur dari posisinya sebagai Ketua Badan Cyber dan Multimedia PAN. Dia menyebut sebenarnya ada banyak yang mundur dari PAN, namun tidak menyatakan secara tertulis seperti dirinya, Nasrullah, dan Putra.

“Ada banyak sebenarnya, tapi mereka nggak kayak kita menyatakan secara tertulis. Kalau mereka diam-diam saja hilang, nggak pernah datang lagi. Yang mundur itu banyak yang pengurus harian. Tapi kalau saya kan lama di partai. Yang tertulis ada saya, bendum, dan Putra,” ungkap Agung.

Ia menjelaskan alasannya untuk mundur dari kepengurusan PAN. Agung menyebut dirinya sudah tidak lagi memiliki kecocokan dengan pengurus saat ini.

“Nggak maksimal saja kita di partai, suasa batin sudah tidak nyaman. Kalau cocok pasti oke-oke aja kan,” sebutnya.

Meski begitu, Agung memastikan dirinya masih tetap akan berjuang untuk PAN. Ia hanya mengundurkan diri dari posisi pengurus.

“Mundur sebagai pengurus. Di partai itu, ada nggak ada kita kan tergantung peran. Orang berpartai itu dirasakan manfaatnya kalau kita punya peran, kalau peran-peran kita diakomodir. Kalau sudah tidak diakomodir ya buat apa,” tutur Agung.

Dikonfirmasi terpisah, Putra Jaya Husin juga mengonfirmasi pengunduran dirinya dari posisi Sekretaris Dewan Kehormatan PAN. “Saya istirahat dulu, nonaktif,” ujarnya.

Agung dan Putra Jaya Husin menyusul langkah Bendum PAN Nasrullah yang lebih dulu mengajukan pengunduran diri. Sebelumnya Nasrullah menuturkan dia mengajukan pengunduran diri sejak 20 Desember 2018. Namun memang surat pengunduran dirinya itu belum diserahkan kepada ketum PAN Zulkifli Hasan. Alasan pengunduran dirinya karena merasa ada ketidakcocokan dengan manajemen DPP PAN.

“Kenapa saya mengajukan pengunduran diri… dalam sebuah organisasi, lembaga, atau institusi yang ada periodesasi, setiap kepemimpinan punya pola sendiri. Nah, kenapa saya mundur, karena tidak cocok dengan model manajemen yang ada di DPP sekarang,” kata Nasrullah.(dtc/ziz)