Pakde Karwo Apresiasi Quick Count Jokowi Menang Di Jatim

SURABAYA (Suarakawan.com) – Hasil perhitungan cepat (Quick Count) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dari sejumlah lembaga survey nasionall yang menyatakan pasangan nomor urut 01, Jokowi-KH Ma’ruf Amin unggull atas pasangan nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga termasuk di Jatim, mendapat tanggapan positif dari ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo.

Bahkan mantan Gubernur Jatim dua periode yang juga dikenal akrab dengan Presiden Jokowi ini jauh hari sudah memprediksi calon petahana akan memenangkan pertarungan elektoral di Jatim. Karena itu hasil perhitungan cepat dari berbagai lembaga survey nasional diyakini tak akan jauh beda dengan hasil real count yang akan dilakukan KPU.

Dalam pengalaman data empirik selama ini, kata Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo quick count itu tidak terlalu jauh dengan hasil akhir. Alasannya, metodologinya sudah ada dan sudah berulang kali diuji coba dalam setiap pemilihan langsung. “Saya mengapreasiasi model-model seperti ini bagus. Saya kira Quick Count ini adalah suatu teknologi yang bagus meski keputusan terakhir tetap di KPU,” tegasnya di sela memantau hasil hitung cepat Pilpres dan Pileg di Kantor DPD PD Jatim, Selasa (17/4) malam.

Menurut Pakde Karwo, hasil perolehan suara pasangan Jokowi-Ma’ruf di Jatim berdasar hitung cepat lembaga survey pada pemilu 2019 ini cenderung mengalami kenaikan signifikan daripada pemilu 2014 lalu. Sebab hasil itu adalah ungkapan masyarakat Jatim yang dulu masih floating mass atau belum menentukan pilihan, kini sudah menentukan pilihannya karena sudah merasakan manfaat dari kepemimpinan Pak Jokowi.

“Saya kira suara Jokowi di Jawa Timur naik signifikan dibanding Pilpres tahun sebelumnya,” bebernya. Naiknya suara Pak Jokowi bukan semata terkait urusan politik semata karena masyarakat dalam memberikan dukungan itu lebih banyak dikaitkan dengan adanya kepuasan dan manfaat yang mereka rasakan. Jadi sebagian besar masyarakat Jatim merasa puas dengan kinerje pemerintahan Pak Jokowi.

Terlebih para pemilih swing voter dalam menentukan pilihan politik itu biasanya terkait manfaat apa yang mereka dapatkan dan bisa dirasakan langsung di dalam kehidupannya. “Orang biasa berpikir, ada apa tidak manfaatnya, Teori pembangunan yang dirasakan adalah kepuasaan terhadap kinerja. Jadi yang mendukung Pak Jokowi banyak karena mereka berharap lima tahun ke depan manfaat itu diteruskan,” dalih dosen ekonomi di sejumlah PTN di Jatim ini.

Di tanya apakah kemenangan Jokowi-Ma’ruf juga berdampak bagi Demokrat? Dengan diplomatis Pakde Karwo menyatakan belum berpikir sampai sejauh itu. Karena saat ini Demokrat tetap kerja sendiri. “Kita memang focus di Jatim sesuai arahan DPP pada pemilu legislatif. Karena alat kelengkapan partai sebagai kepanjangan tangan partai adalah fraksi. Sehingga pertambahan kursi legislatif itu menjadi prioritas,” jelasnya.

Ia bersyukur para caleg dari Partai Demokrat di Jawa Timur beragam dalam bersikap di Pilpres karena bisa menyesuaikan local wisdom yang ada di daerah pemilihannya. “Kami menargetkan perolehan kursi DPRD Jatim bisa naik menjadi 15-18 kursi. Kami optimis bisa mencapai target tersebut karena caleg-caleg Demokrat adalah para petarung yang hebat,” imbuhnya.

Untuk diketahui sejumlah lembaga survey sudah merilis hasil hitung cepat. Dengan jumlah kemenangan Jokowi-Makruf sekitar 54% dan Prabowo-Sandi 46%. Sedangkan di survey quick count litbang kompas tercatat kemenganan Jokowi-Makruf sebesar 66% dan Prabowo-Sandi 34%. (aca)

Related Post