Pakar: Jangan Makan Asal Kenyang

Tidak ada komentar 78 views

Estiningtyas N., SKM, MARS, ahli kesehatan masyarakat Adi Husada Cancer Center (AHCC)

SURABAYA (suarakawan.com) – Banyak orang makan asal kenyang tanpa memikirkan kebutuhan tubuh akan kecukupan gizi dan kalori. Padahal kecukupan gizi dan kalori sangat penting agar tubuh tetap sehat dan bugar.

“Tubuh membutuhkan kalori untuk hidup. Tanpa energi dari kalori, sel-sel dalam tubuh tidak akan berfungsi. Seperti jantung akan berhenti berdetak. Jadi, penting untuk makan dan minum dengan memperhatikan kalori yang masuk,” tegas
Estiningtyas N., SKM, MARS, ahli kesehatan masyarakat Adi Husada Cancer Center (AHCC).

Lebih lanjut Esti mengatakan, kalori penting untuk membangkitkan energi tubuh. Tubuh akan sehat jika makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari dapat mencukupi kebutuhan kalori harian. Sebaliknya, risiko terkena penyakit akan meningkat jika makanan dan minuman yang dikonsumsi berada di bawah atau di atas kebutuhan kalori tubuh.

“Penting mengetahui jumlah kalori yang masuk, sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan antara energi yang masuk dan yang keluar dari tubuh. lni juga menjadi kunci untuk mendapatkan berat badan sehat dan ideal,” imbuhnya.

Orang dewasa, kata dia, rata-rata membutuhkan dua ribu kalori. Berdasarkan FAO, kebutuhan kalori minimal rata~rata individu per hari secara global sekitar 1800 kalori. Namun, sebenarnya kebutuhan kalori tiap individu berbeda-beda. Bergantung pada jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan dan aktivitas fisik.

Makanan yang dikonsumsi setiap hari mengandung karbohidrat, protein dan lemak, yang akan dikonversi menjadi energi oleh tubuh.

Jumlah kalori yang dimiliki karbohidrat, protein dan lemak berbeda. Untuk 1 gram karbohidrat bernilai 4 kalori, l gram lemak 9 kalori dan 1 gram protein 4 kalori. Misalnya satu jenis makanan mengandung 4 gram karbohidrat, 10 gram lemak dan 15 gram protein. Maka jumlah kalori yang dimakan kurang lebih (4×4) + (10×9) + (15×4) = 166 kalori.

Untuk mengetahui jumlah karbohidrat, protein dan lemak biasanya tertera pada kemasan makanan. Hal ini lebih memudahkan dalam menghitung kalori yang masuk.

“Kita juga harus cermat dalam mengonsumsi gula, garam dan lemak. Sehari hanya boleh mengonsumsi 4 sdm gula, 1 sdt garam dan 5 sdm lemak yang ditotal termasuk dari semua makanan dan minuman yang dikonsumsi,” pungkasnya.