Padang Dilanda Longsor, 1 Tewas, Jalur ke Solok Putus

Padang (Suarakawan.com) – Bencana tanah longsor melanda wilayah Kota Padang. Longsor terjadi di Jalan Lintas Padang Solok Panorama II, Kelurahan Indraung, Kecamatan Luki, Kota Padang. Tiga unit kendaraan masuk ke dalam jurang akibat terseret permukaan jalan yang longsor.

“Longsor menutup akses jalan lebih kurang 30 meter dengan ketinggian lebih kurang dua meter. Menurut keterangan saksi korban Angga Abrianto yang menjadi sopir mobil Innova hitam, pada saat akan berhenti karena macet tiba-tiba datang tanah longsor yang mendorong mobil korban jatuh ke arah jurang bersama dua unit mobil lainnya,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Jumat (14/12/2018).

Dedi menerangkan, kendaraan yang jatuh ke jurang adalah mobil Innova hitam, satu unit truk dan satu bus Family Raya. Dari mobil Innova hitam, dievakuasi lima penumpang yang salah satunya meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Korban meninggal dunia atas nama Rian Eka Wati, 40 tahun, PNS, alamat Sungai Penuh Provinsi Jambi,” terang Dedi.

Longsor yang terjadi di Sitinjau Lauik, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dan terjadi pada Kamis (13/12) malam, sekitar pukul 22.30 WIB. Longsor memutuskan akses jalan dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok, sejak Kamis (13/12/2018) malam. Pembersihan material longsor dikebut pagi ini.

“Pada Jumat dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB pembersihan sempat dilakukan, tetapi ditangguhkan karena mempertimbangkan cuaca yang masih hujan, situasi, serta kondisi di lokasi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang, Edi Hasymi.

Material longsor yang tepatnya terjadi di kawasan panorama dua itu memutuskan akses jalan dari Kota Padang menuju Kabupaten Solok, sejak Kamis(13/12) malam. Material longsor menutupi badan jalan dengan lebar sekitar 30 meter dengan tinggi dua hingga tiga meter.

Pantauan di lapangan, satu unit alat berat milik Tim Reaksi Cepat (TRC) Semen Padang sudah sampai ke lokasi sekitar pukul 02.59 WIB, dilengkapi peralatan Vertical Rescue.

Kemacetan arus lalu lintas yang terjadi pada jalur kendaraan yang hendak menuju Solok, ataupun menuju Padang, sempat menjadi kendala alat berat menuju titik longsor, namun akhirnya bisa dilalui.

Sesampainya di lokasi alat berat telah bekerja, namun di saat pengerjaan tanah tebing kembali bergerak, dan hujan masih mengguyur daerah setempat.

Karena mempertimbangan kondisi tersebut, akhirnya proses pembersihan serta evakuasi ditangguhkan.

Sedangkan, Komandan Regu dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, Ricardo Likardo, mengatakan saat evakuasi dilanjutkan nanti pihaknya akan fokus untuk penyelematan jiwa.

Mengingat material longsor menyeret tiga unit mobil, dengan rincian masing – masing satu unit truk, minibus maupun angkutan umum yaitu Family Raya dengan posisi menggantung di bibir jurang.

Pihak BPBD Padang telah menyatakan, lima korban, satu di antaranya meninggal dunia, satu koma, dan tiga lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi sementara disebutkan kelima korban adalah penumpang dari mobil mini bus.

Selain BPBD, Kantor Pencarian dan Pertolongan Padang, dan Tim TRC Semen Padang, proses pembersihan material serta evakuasi juga tampak dibantu pihak kepolisian, serta komponen kebencanaan lainnya.(dtc/ziz)

longsor

Related Post