Neraca Perdagangan 2019 Defisit, Pemerintah Optimalkan Sektor Manufaktur

Jakarta (Suarakawan.com) – Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah akan mengoptimalkan sektor manufaktur untuk mencegah terjadinya defisit neraca perdagangan di tahun 2019.

“Beberapa hal yang kita harus rumuskan agar menjadi dorongan untuk investasi di ekspor. Khususnya manufacturing. Karena manufacturing itu yang memberikan pendapatan lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain,” kata JK.

JK menambahkan, optimalisasi sektor manufaktur untuk meningkatkan ekspor perlu dipikirkan sejak sekarang. Jika tidak, kata Kalla, neraca perdagangan Indonesia akan terus mengalami defisit. Karena itu, kata dia, pemerintah terus memberikan kemudahan bagi pihak yang hendak berinvestasi di sektor manufaktur.

Ia pun mengatakan bila sudah optimal, sektor manufaktur akan menghasilkan pajak yang berguna untuk pembangunan serta devisa yang besar jika diarahkan untuk menghasilkan produk ekspor.

“Yang paling penting dari itu kita butuh tenaga kerja, kita butuh devisa, kita butuh pajak. Hanya investasi manufacturing yang bisa memberikan seperti itu. Dan serendah-rendahnya UMR rata-rata katakanlah sekarang Rp 2,5 juta, itu per orang,” ujar Kalla.

“Dibanding pendapatan petani padi hanya sekitar Rp 1 juta per bulan. Jadi manufacturing yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat keseluruhan. Kalau pendapatan masyarakat naik, konsumsi naik, industri akan lebih baik lagi. Kami rumuskan dan akan kami perbaiki lagi,” lanjut dia.(kcm/ziz)