SuaraKawan.com
Trenggalek

Mapping Psikologi Polres Trenggalek, dari Jabatan Perwira Hingga Pemegang Senpi

Polres Trenggalek – Kepolisian Resort Trenggalek kembali menggelar Mapping Psikologi bagi jajarannya. Kegiatatan berupa tes psikologi terpadu kolektif diikuti oleh ratusan personel, baik tingkat Polres maupun Polsek jajaran. Rabu, (9/8).

Kapolres Trenggalek AKBP Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si. melalui KabagSDM Kompol Solichin, S.H. mengungkapkan, Mapping Psikologi merupakan kegiatan rutin dan terselenggara atas kerjasama Polres Trenggalek dengan Bagian Psikologi Biro SDM Polda Jatim.

“Tujuannya adalah pembekalan kesehatan mental psikologis, memetakan psikologi serta konseling bagi seluruh anggota Polri.” Jelas Kompol Solichin.

Lebih lanjut Kompol Solichin mengatakan dari dalam kegiatan yang digelar di gedung perkuliahan STKIP PGRI Trenggalek ini nantinya akan diketahui tentang mental kepribadian, kejiwaan, minat, bakat maupun kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing personel dan hasilnya digunakan sebagai dasar pertimbangan penempatan personel selain track record dan merit system.

Disamping itu, mapping psikologi juga dimanfaatkan sebagai sarana pelatihan bagi anggota yang telah memenuhi syarat dan berkeinginan meningkatkan karir dari jenjang Bintara ke Perwira melalui Sekolah Inspektur Polisi (SIP) atau Pendidikan Alih Golongan (PAG) dan bagi Perwira digunakan sebagai persiapan untuk menghadapi asistensi jabatan tertentu dimana didalam proses seleksinya juga terdapat tes psikologi yang sama.

Tak berhenti disitu, tes psikologi ini juga digunakan sebagai salah satu indikator bagi anggota yang memegang senjata api organik. Menurutnya, meskipun hasil tes psikologi tertulis baik dan dinyatakan lulus namun jika hasil kajian sikap dan emosi tinggi rekomendasi tidak akan di berikan.

“Kegiatan hari ini diikuti oleh 166 personel, terdiri dari seluruh SPKT Polsek jajaran, anggota Pam Obvit Satsamapta, seluruh anggota pemegang Senpi, anggota Bintara Polres dan Polsek yang menjabat perwira serta anggota Polri dan ASN yang nilai e-mentalnya perlu konseling.” Pungkasnya.