Malaysia 8 Kali Berturut-turut Dinobatkan Sebagai Tempat Wisata Ramah Muslim Sedunia

KUALA LUMPUR (suarakawan.com) – Perjalanan serba halal saat ini tengah berkembang di industri pariwisata dunia. Hal ini disebabkan oleh semakin bertambahnya populasi Muslim di dunia.

Menurut Global Muslim Travel Index (GMTI) 2018, pendapatan dari wisatawan Muslim semakin meningkat. Bahkan, keuntungan yang didapat bisa mencapai USD 300 miliar sampai 2026.

Oleh karena itu, segala fasilitas halal sangat dibutuhkan untuk berkontribusi dalam pertumbuhan pasar.

Perjalanan dengan fasilitas serba halal lebih mudah didapat dengan berkunjung ke negara-negara termasuk Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Meski negara-negara lain yang tidak termasuk komunitas ini juga tetap mempromosikan perjalanan Muslim.

Tahun ini, penghargaan negara tujuan wisata paling ramah Muslim sedunia jatuh kepada Malaysia. Posisi ini sudah ditempati Negeri Jiran sebanyak delapan kali berturut-turut.

“Sebagai negara dengan mayoritas Muslim, hal ini sudah tidak mengejutkan. Mengingat Malaysia sudah mengatur fasilitas untuk Muslim sedemikian rupa,” demikian laporan GMTI.

Dalam laporannya, GMTI mengungkapkan bahwa kriteria penilaian atas penobatan ini termasuk banyaknya tersedia makanan halal, tempat salat, kamar kecil yang ramah penggunaan, layanan Ramadhan, tidak tersedianya kegiatan non-halal, dan fasilitas rekreasi yang tertutup.

Selain dinobatkan sebagai negara paling ramah Muslim sedunia, Malaysia juga dinilai sebagai tujuan wisata kelas menengah yang sudah dilengkapi dengan banyak kegiatan sempurna bagi wisatawan Muslim.

Selain Malaysia, negara dengan penduduk terbanyak di dunia, Indonesia, juga menjadi tujuan wisata yang ramah Muslim bersamaan dengan Thailand, Taiwan dan Hong Kong.(mer/rur)